Peziarah Jebol Pagar TPU Tegal Alur Jakbar, Satpol PP Upayakan Cara Humanis

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 11:15 WIB
Kericuhan di TPU Tegal Alur
Kondisi di TPU Tegal Alur sempat ricuh. (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Kericuhan sempat terjadi di pintu masuk TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, yang berujung jebolnya gerbang. Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan pihaknya sudah berupaya maksimal melakukan penjagaan.

"Yang pasti kita sudah maksimal, kita juga nggak mungkin ngusirlah. Nggak bolehlah. Kita hanya mengimbau, menyarankan, kalau sudah dipaksa ya berupaya supaya mengimbau terus," kata Tamo saat dihubungi, Jumat (14/5/2021).

Tamo mengatakan sejak pagi sudah mengerahkan 20 personel untuk menjaga peziarah tidak masuk ke area pemakaman. Dia juga telah meminta bantuan TNI-Polri.

"Sudah, tapi nggak tahu ya. Saya sudah minta tolong juga ke tingkat Pak Camat, Kapolsek, koramil agar bisa disegerakan. Saya juga sudah ngomong ke Kepala TPU segera koordinasi dengan polsek, koramil, dan Pak Camat supaya bisa ditambah. Mungkin baru nyampai saya dengar. Tapi keburu jebol, ya sudah mau diapain saya dengar dari anggota ya sudah diimbau saja," jelasnya.

Terkait adanya upaya provokasi dan penjebolan gerbang, Tamo mengatakan belum akan melakukan upaya tindak lanjut. Sejauh ini, pihaknya berusaha bertindak humanis dan terus memberi imbauan terkait protokol kesehatan COVID-19.

"Nggaklah (kalau sampai lapor polisi), kita sementara kita nggak ada lapor apa-apa. Sementara kita yang penting melihat anggota sudah maksimal ya. Ya mungkin lebih dari itu (peziarah). Kan suasana Idul Fitri masa kita melakukan upaya yang kurang humanis. Kita harus humanislah," ungkapnya.

"Pokoknya saya lihat anggota sudah maksimal, anggota sudah cukup, anggota sudah ditaruh, hanya mungkin tadi kita lihat masyarakat ingin (berziarah), ya sudah saya dengarkan anggota ya diimbau saja, tetap diingatkan, kalau bisa dipercepat ziarahnya, jangan berkerumun, pakai masker," tambahnya.

Terkait banyaknya peziarah yang masuk lewat permukiman warga, Tamo enggan memberi komentar. Dia hanya meminta pihak TPU Tegal Alur dan Dinas Pertamanan menindaklanjutinya.

"Itu semuanya saya serahkan ke TPU, kalau saya nggak bisa. Saya hanya ikut membantu mengamankan dari masalah prokes. Itu bukan dari saya, nanti salah ngomong. Harusnya ditanyakan ke TPU dan dinas pertamanan," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah peziarah yang hendak berziarah mencoba masuk ke TPU Tegal Alur. Sempat terjadi cekcok hingga akhirnya pintu gerbang depan dijebol bersama masuknya ambulans.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kegiatan ziarah di TPU di Jabodetabek ditiadakan mulai 12 hingga 16 Mei 2021. Hal ini untuk mengurangi mobilisasi warga lintas wilayah selama Lebaran. Namun kegiatan pemakaman tetap bisa dilakukan.

(run/imk)