Asal Muasal Petasan Lekat dengan Malam Takbiran

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 14:53 WIB
Barang bukti petasan berdaya ledak tinggi yang disita polisi di Dompu, NTB
Ilustrasi petasan saat disita polisi (Istimewa)
Jakarta -

Ledakan petasan yang memakan korban mewarnai momen malam takbiran semalam. Petasan diketahui memang telah menjadi bagian dari tradisi perayaan Lebaran.

Sejarah petasan sendiri bermula dari China. Riski Damayanti, dalam skripsinya yang berjudul 'Dampak Negatif Petasan Ditinjau dari Ekonomi Islam', menjelaskan, sekitar abad ke-9, seorang juru masak China secara tak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder), yakni garam peter (kalium nitrat), belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya.

Ternyata, tanpa disadari campuran ketiga bahan itu mudah terbakar, inilah cikal bakal petasan. Bahkan, pada saat dinasti Song didirikan pabrik petasan yang kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di angkasa hingga akhirnya dibedakan, tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh dunia dan mengakulturasi dengan tradisi perayaan keagamaan.

Petasan sendiri di negeri asalnya pada awalnya dipakai untuk perayaan pembukaan toko pertama kali, mengusir roh jahat, dan menantu yang tidak disukai keluarga pihak suami. Namun, pada perkembangannya, fungsi petasan berkembang sebagai alat untuk memeriahkan berbagai macam peristiwa besar, seperti perayaan tahun baru, Lebaran, hingga acara perkawinan.

Maka dari itu, petasan pun menjadi lekat dengan malam takbiran guna merayakan hari kemenangan Lebaran. Tak hanya sebagai cara untuk memeriahkan malam Lebaran, bahkan tradisi perang petasan juga lekat dengan momen ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2