Suara Mahasiswa

Peringati 23 Tahun Tragedi Trisakti, Mahasiswa Kritik Pelemahan KPK

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 20:04 WIB
Peringatan 23 Tahun Tragedi Trisakti. (Dok Kepresma Trisakti)
Peringatan 23 Tahun Tragedi Trisakti (Dok. Kepresma Trisakti)
Jakarta -

Hari ini merupakan momen peringatan 23 tahun tragedi Trisakti. Pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti meninggal dunia. Mereka gugur memperjuangkan reformasi. Namun kini mahasiswa Trisakti menilai politik Indonesia seperti kembali lagi ke era pra-reformasi.

"Indeks demokrasi dan indeks persepsi korupsi yang menurun membuat Indonesia seakan kembali ke rezim Orde Baru," kata Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Andi Rachmat Santoso, dalam keterangan tertulis kepada Suara Mahasiswa detikcom, Rabu (12/5/2021).

Era pasca-reformasi dinilainya telah mencapai titik terendah di usia 23 tahun ini. Padahal dulu, Elang Mulia Lesama, Hafidhin Royan, Heri Hartanto, Hendriawan Sie, dan banyak korban lainnya gigih memperjuangkan reformasi. Dia menyoroti isu pelemahan KPK.

"Sebuah titik balik Reformasi yang tak terbayangkan, agenda korupsi kalah dengan amat telak, KPK hampir pasti tidak bisa mengelak," kata Andi Rachmat Santoso.

Soal pelemahan KPK, mahasiswa Trisakti menyoroti isu 75 pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi Aparatur Sipil Negara. Sebagaimana diberitakan, di antara 75 pegawai KPK itu ada sejumlah penyidik senior KPK, termasuk Novel Baswedan.

Peringatan 23 Tahun Tragedi Trisakti. (Dok Kepresma Trisakti)Andi Rachmat Santoso (Dok. Kepresma Trisakti)

"Pemberhentian 75 pegawai KPK tanpa alasan yang jelas dan ditolaknya uji materi atas revisi UU KPK. Dua hal yang menjadi lonceng kematian lembaga antirasuah tersebut. 22 Tahun kemudian ujian reformasi kembali menelan korban, kali ini korbannya bukan lagi individu, melainkan sebuah lembaga negara yang seharusnya menjadi harapan negara ini untuk terus bisa berjalan. 23 Tahun ini, lagi-lagi gerbong rakyat harus kembali bertahan dan melawan," kata Andi.

Selanjutnya, soal penuntasan kasus pelanggaran HAM di masa lalu:

Selanjutnya
Halaman
1 2