Cerita Opang Tolak Bayaran Kawal Pemudik Lewati Jalur Tikus di Bekasi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 18:56 WIB
Jalur tikus menghindari pos penyekatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jalur tikus menghindari pos penyekatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Jalur tikus di sekitar pos penyekatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ramai dilewati pengendara yang ingin pulang kampung. Pemudik bahkan menawari warga sekitar sejumlah uang untuk dikawal menelusuri jalur tikus tersebut.

Selama larangan mudik berlangsung, pria bernama Hamdan ini selalu ditawari uang oleh para pemudik. Dia adalah salah satu tukang ojek pangkalan (opang) di sekitar jalur tikus ini. Para pemudik banyak yang meminta Hamdan mengawal melewati jalur tikus.

"Dia (pemudik) bilang, udah ini Pak saya bayar Rp 100 ribu, yang penting saya dikawal," kata Hamdan kepada detikcom, Rabu (12/5/2021).

Hamdan mengaku tidak pernah menerima tawaran dari pemudik tersebut. Menurutnya, dia dan warga lainnya memang sudah sepakat untuk ikut mencegah pemudik melewati jalur tikus tersebut.

"Ada yang dia (pemudik) bilang saya bayar berapa aja yang penting bisa lolos. Tapi kan ojek nggak mau gitu soalnya Babinsa Waringin Jaya sudah mengarahkan jangan diloloskan," katanya.

Terkait keberadaan jalur tikus tersebut, Hamdan pun mengaku heran banyak pemudik yang mengetahui. Padahal, menurutnya, warga sekitar tidak pernah ada yang menginformasikan perihal keberadaan jalur tikus tersebut.

Dia menyebut sejak hari Minggu (9/5), pemudik yang mencoba peruntungan untuk melewati pos penyekatan Kedungwaringin, banyak yang memilih melintas melalui jalur tikus tersebut.

Jalur tikus menghindari pos penyekatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. (Yogi Ernes/detikcom)Jalur tikus menghindari pos penyekatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. (Yogi Ernes/detikcom)

"Waktu semalam banyak yang melintas ke jalur tikus ini. Itu kan udah saya arahin lurus aja, takut ada efeknya kalau diarahin lewat sini. Takutnya ada efeknya ada penjagaan lebih ketat. Ya tapi yang ngeyel ya tetep aja bilangnya saya nggak bisa lolos di perbatasan," kata Hamdan.

"Saya cuman arahin juga saya bilang percuma di sana (jalur tikus) juga ada penyekatan ada penjagaan lebih ketat di sana ya percuma nanti akhirnya Bapak disuruh balik lagi. Tapi sih gimana ya dia (pemudik) emang rela untuk pulang secara apa pun dia lakuin gimana caranya dia bisa pulang," terang Hamdan.

Selanjutnya, kondisi jalur tikus:

Selanjutnya
Halaman
1 2