61 Persen Pemudik Positif Corona Bisa Jadi Beban Daerah

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 13:46 WIB
Foto udara kendaraan pemudik memutarbalik saat melintasi posko penyekatan mudik di Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, Rabu (12/5/2021) dini hari. Petugas gabungan memutarbalikkan pemudik yang melintasi pos penyekatan pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 H. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/nz
Penyekatan pemudik di Karawang (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Jakarta -

Sekitar 4.000 pemudik nekat pulang kampung terkonfirmasi positif COVID-19 lewat tes acak di 381 lokasi. Positivity rate-nya sekitar 61%. Angka kasus yang tinggi ini dinilai bisa menjadi beban daerah.

"Itu menggambarkan bahwa para pemudik ini terbukti mempunyai potensi tinggi sebagai pembawa virus, yang akan menularkannya selama di perjalanan dan di tempat tujuan (kampung halamannya). Dampaknya ada peluang besar terjadi lonjakan tinggi kasus positif COVID-19 pasca-masa mudik lebaran ini," kata Pakar Biostatistika Epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo saat dihubungi, Rabu (12/5/2021).

Selain itu, dia menjelaskan bahwa daerah akan menanggung beban kasus Corona ini. Maka dari itu, dia menyarankan Pemda harus mampu menangkal ini.

"Daerah yang akan kena getah dengan peristiwa mudik ini. Karena itu Pemda harus mampu menangkal dengan memfungsikan PPKM Mikro di tingkat RT semua desa atau kelurahan daerah tujuan mudik," ungkapnya.

Dia juga menyorot hotel yang masih menerima tamu dari luar daerah. Tamu tidak boleh diterima jika belum melakukan karantina.

"Seharusnya tidak boleh ada hotel atau penginapan yang menerima tamu dari luar daerah bila tamu belum melakukan karantina, kecuali bila hotel/penginapan tersebut memang dipakai sebagai lokasi karantina yang ditunjuk Pemda. Ini yang seharusnya dilakukan dan dijadikan kebijakan oleh pemerintah daerah," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2