61 Persen Pemudik Positif Corona, Komisi V DPR Khawatir Ada Ledakan Kasus

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 11:25 WIB
Syarief Alkadrie
Syarief Alkadrie (Foto: Dok. Situs DPR).
Jakarta -

Sekitar 4 ribuan pemudik nekat terkonfirmasi positif COVID-19 lewat tes acak di 381 lokasi. Komisi V DPR khawatir ada lonjakan COVID usai Idul Fitri atau Lebaran 2021.

Wakil Ketua Komisi V DPR Syarief Alkadrie menegaskan larangan mudik Lebaran 2021 demi kepentingan bangsa dan semua pihak harus memahaminya. Masyarakat diminta paham dan pemerintah harusnya membuat kebijakan yang seirama.

"Selalu saya katakan, kita ini mindset-nya tidak ketemu, padahal untuk kepentingan umum, kepentingan keselamatan, bukan kepentingan pemerintah semata-mata tetapi pemerintah itu sebagai pemegang mandat rakyat tentu bertanggung jawab untuk bagaimana meminimalkan terjadi hal-hal tidak diinginkan," kata Syarief Alkadrie saat dihubungi, Rabu (12/5/2021).

Politikus Partai NasDem ini menyebut ada tren kenaikan COVID-19 di negara lain, salah satu yang terparah yakni India. Indonesia diharapkan mengantisipasinya, dimulai dari larangan mudik Lebaran 2021.

"Kenapa dilarang? Ya jangan sampai terjadi klaster baru di daerah-daerah. Kita kan tahu daerah-daerah itu juga fasilitasnya, kemudian tenaga medisnya, semuanya serba kekurangan. Kalau terjadi ada penumpukan orang di daerah, ada perpindahan, terutama di kota-kota besar, ini dikhawatirkan akan terjadi pemindahan COVID, pemindahan mutasi antara orang yang satu dengan orang yang lain karena memang virus Corona ini kan manusia medianya," ujar Syarief.

Syarief menyatakan dalam rapat di DPR kemarin, pemerintah sudah diingatkan tentang potensi mobilisasi pemudik terutama di jalur darat. Jika terjadi, sebanyak apa pun aparat pasti bakal kewalahan menghadapi pemudik.

Fenomena pemudik nekat menjebol pos penyekatan mudik Lebaran 2021 pun terbukti. Kini, pemerintah harus bergerak cepat mengantisipasi lonjakan COVID-19 buntut penjebolan pos penyekatan mudik Lebaran 2021.

"Yang kedua tentu dengan sudah jebolnya ini bagaimana mengkoordinasikan antara pemerintah pusat dan daerah. Kemudian bagaimana pemerintah daerah juga mengadakan konsolidasi dari provinsi, kabupaten, sampai ke tingkat RT-RW untuk men-tracing orang-orang yang datang supaya tidak terjadi adanya peningkatan klaster baru. Karena kalau kita, hasil kemarin saja itu dari 6 ribu pemudik, ada 4 ribu yang terindikasi positif. Ini kan sangat berbahaya ini, bisa akan terjadi lonjakan," kata Syarief Alkadrie.

"Belum lagi nanti kembali lagi ke Ibu Kota ya, ke daerah-daerah di mana mereka bekerja. Ini akan membawa lagi. Ini tentu ke depannya harus ekstra bagaimana pengendalian ini sehingga tidak terjadi peledakan. Kita khawatir," imbuhnya.

Syarief menyebut ada kemungkinan pemudik nekat tersebut terprovokasi dengan fenomena masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia meski--jika memang diterapkan--ada aturan dan protokol kesehatan yang ketat. Faktor destinasi wisata tak ditutup juga disebut Syarief Alkadrie jadi pemicu pemudik nekat.

Simak juga video 'Epidemiolog Jabarkan Kunci Pencegahan Cluster Corona Lebaran':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2