Cegah Keramaian, Alun-alun Kebumen Ditutup saat Malam Lebaran

Rinto Heksantoro - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 13:18 WIB
Bupati Kebumen
Foto: Rinto Heksantoro
Kebumen -

Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan untuk menutup alun-alun Kebumen saat malam lebaran pada Rabu 12 Mei 2021. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keramaian yang biasanya terpusat di alun-alun.

Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat melaksanakan Salat Tarawih dan silaturahmi atau tarhim bersama di Masjid Miftahul Huda, Desa Poncowarno, Kecamatan Poncowarno, Senin (10/5) malam.

Ia mengatakan saat malam Lebaran ada kemungkinan besar terjadi penumpukan massa karena banyak masyarakat yang sudah mudik dari awal. Guna mencegah terjadinya penyebaran virus Corona, maka pemerintah memutuskan untuk menutup alun-alun.

"Setelah dirapatkan bersama polisi, TNI dan Satgas COVID-19, kita memutuskan untuk menutup alun-alun pada malam Lebaran. Tujuannya apa? Untuk mencegah terjadi penyebaran virus Corona, karena biasanya akan terjadi keramaian di alun-alun pada saat malam Lebaran," kata Arif.

Penutupan ini juga sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadinya takbir keliling. Arif menegaskan takbir keliling pada saat malam Lebaran juga tidak diizinkan dan masyarakat diminta agar tetap di rumah.

Penutupan alun-alun kata Arif, akan dimulai pada Rabu (12/5) pukul 16.00 WIB, dengan lebih dulu dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian dilanjut pada penyekatan ruas jalan dan lampu alun-alun nantinya juga akan dipadamkan, sehingga alun-alun benar-benar steril dari keramaian.

"Jadi sejak Rabu nanti sudah akan dilakukan penyemprotan disinfektan, kita bersihkan alun-alun, karena pada saat hari H, alun-alun juga akan digunakan untuk Salat Idul Fitri. Jadi kita bersihkan dari awal," jelasnya.

Dengan penutupan alun-alun, maka warga diminta agar tidak berjualan pada saat malam lebaran. Bupati mengingatkan bahwa kasus Corona di Kebumen masih cukup tinggi. Rata-rata per hari ada 14 orang dinyatakan positif Corona.

Diketahui, hingga hari ini jumlah pemudik yang melewati pos penyekatan berjumlah 6.000 lebih, kemudian dilaksanakan rapid antigen dan ada 1 orang yang dinyatakan reaktif. Bupati meminta siapapun yang mudik untuk dikarantina mandiri selama 4 hari.

(akn/ega)