Round-Up

Ngeri Potensi Penularan Corona di Kampung Halaman

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 22:40 WIB
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di jalur Pantura Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari. Petugas gabungan memutar balik pemudik yang melintasi jalur pantura Subang pada H-2 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/wsj.
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di jalur Pantura Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)

Imbauan ke Warga untuk Silaturahmi Virtual

Wiku menambahkan kebijakan pelarangan mudik yang sudah diputuskan pemerintah bukan tanpa alasan. Wiku menjelaskan, kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya mencegah potensi kenaikan kasus yang sering terjadi pascalibur panjang.

Selain itu, kebijakan pelarangan mudik bertujuan mengendalikan mobilitas di berbagai wilayah pusat kota/kabupaten yang saling terhubung atau yang dikenal sebagai daerah aglomerasi. Wiku berharap dengan kebijakan ini, pengendalian dan pencegahan kasus COVID-19 dapat berjalan secara efektif.

"Pada prinsipnya silaturahmi merupakan tradisi dan bentuk ibadah masyarakat yang perlu dijamin haknya. Namun, di tengah kondisi pandemi COVID-19, metodenya perlu disesuaikan menjadi silaturahmi virtual untuk mencegah terjadinya penularan yang terjadi kepada keluarga yang ada di kampung halaman," jelas Wiku.

Wiku menambahkan, silaturahmi saat Idul Fitri sangat penting karena jadi momentum melepas kerinduan masyarakat kepada keluarganya yang tinggal jauh di kampung halaman. "Namun silaturahmi virtual tidak sedikit pun mengurangi esensi silaturahmi fisik. Bahkan silaturahmi virtual ini merupakan bentuk perlindungan kita terhadap keluarga di kampung halaman."

Wiku menilai bulan Ramadhan mengajarkan masyarakat untuk menahan hawa nafsu. Untuk itu, ia berharap bekal Ramadhan dapat dipetik dan dipertahankan seterusnya salah satunya dengan sabar dan menunda dahulu kegiatan mudik yang ingin dilakukan.

Ia mengatakan, jika kebijakan ini didukung penuh oleh masyarakat, maka akan menjadi modal perayaan Idul Fitri seperti sedia kala di 2022.

Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku AdisasmitoJubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)


Simak Video "Ada Pengetatan Usai Lebaran, Surat Negatif Covid-19 Berlaku 1x24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)