Ada 'Kode Khusus', Ini Beda Sabu 310 Kg Produk Iran dengan China

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 22:34 WIB
Polres Jakpus bongkar peredaran sabu 310 kg di Gunung Sindur, Bogor.
Polres Jakpus membongkar peredaran 310 kilogram sabu. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Sabu seberat 310 kilogram asal Iran yang diselundupkan ke Jakarta memiliki 'kode khusus'. Kode inilah yang menjadi pembeda bahwa 310 kg sabu yang diungkap Polres Metro Jakarta Pusat ini berbeda dengan sabu asal China.

"Yang menjadi pembeda dari kelompok jaringan produsen China adalah dari kemasannya. Ini menggunakan kotak makanan dan besaran jumlah kilogramnya juga gunakan bahasa abjad Arabic. Jadi patut diduga ini berasal dari Timur Tengah," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers di Hotel N1, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2021).

Penggagalan penyeludupan itu dilakukan pada Sabtu, 8 Mei 2021, pukul 22.00 WIB, di Desa Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Jawa Barat. Setelah tim melakukan pembuntutan terhadap mobil Daihatsu GranMax bernopol B-9418-CCD akhirnya ditangkap dua orang tersangka laki-laki inisial NR dan HA.

"Kedua tersangka sudah dicurigai melakukan beberapa kali transaksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan kelompok ini, dua tersangka berserta jaringannya ini di dalam pengawasan dan penyelidikan tim Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat," ujarnya.

Polisi kemudian menggeledah isi mobil tersebut dan menemukan 310 kilogram sabu yang disimpan di dalam piston yang sulit dideteksi alat khusus. Berdasarkan pengakuan tersangka NR dan HA, mereka mengambil kendaraan tersebut di Hotel N1.

"Yang sangat mengejutkan, ketika kendaraan tersebut ditemukan barang bukti narkoba yang jumlahnya cukup fantastis sebesar 310 kg sabu. Ini adalah sebuah tangkapan yang dilakukan Satuan Reskrim Narkoba Polres yang terbesar sampai saat ini," ucapnya.

"Sehingga kalau dibawa bergerak, tanpa gunakan alat khusus seperti X-ray narkotika ini sulit dideteksi," sambungnya.

Fadil menyampaikan bahwa sabu tersebut masuk melalui jalur laut. Tim Sat Narkoba Polres Metro Jakpus, kata Fadhil, sudah menyelidiki jaringan tersebut selama tiga bulan.

Lebih lanjut Fadil mengatakan barang haram tersebut berasal dari Iran. Namun jaringannya dikendalikan oleh WN Nigeria.

"Diduga jaringan ini dikendalikan antarnegara dari Timur Tengah pabrikannya, diduga dari Iran, dikendalikan oleh kelompok sindikat narkotika dari Nigeria untuk beroperasi di wilayah Indonesia," tuturnya.

(mea/mea)