Wagub DKI Tepis PDIP soal ASN Tak Daftar Lelang Jabatan Gegara TGUPP

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 17:27 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Ahmad Riza Patria (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut peran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang terlalu sentral membuat ASN DKI enggan mendaftar lelang jabatan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menepis tudingan itu.

"Saya kira tidak demikian. Semua ada aturan dan mekanismenya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2021).

Dia kemudian menjelaskan duduk perkara yang membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram terhadap anak buahnya. Dia menyebut para ASN itu tak mematuhi instruksi Sekda DKI mengikuti pendaftaran seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon 2.

"Kemarin Pak Gubernur menegur jajaran yang tidak mengikuti daftar lelang jabatan. Karena itu menjadi instruksi daripada Sekda. Itu saja," jelasnya.

Lantas, apa alasan para ASN itu melewati kesempatan naik jabatan?

"Ya alasan tidak ikut silakan tanyakan sama masing-masing," ujarnya.

Sebelumnya, Gembong Warsono meminta Pemprov DKI Jakarta, khususnya Anies, memperhatikan psikologis ASN yang tak mendaftar lelang jabatan. Menurut Gembong, ada hal yang perlu digali sehingga terjadi peristiwa itu.

Bagi Gembong, ASN DKI Jakarta menjadi tak berminat mendaftar lelang jabatan karena ada masalah di dalam struktur pemerintahan DKI. Gembong menyebut TGUPP Anies Baswedan memiliki otoritas lebih padahal bukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta.

"(Penunjukan pejabat) sangat bermasalah. Karena peran TGUPP sentral dalam konteks ini. Kan ditanyakan juga di rapat Komisi A, sangat sentral, apalagi sekelas eselon 2 sampai eselon 4 juga sudah masuk," ujar Gembong saat dihubungi, Senin (10/5).

"Mereka, secara psikologis nggak happy," sambungnya.

Anies sendiri diketahui marah dan 'menjemur' bawahannya kemarin (10/5), sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka dikumpulkan di lapangan depan gedung Blok G, Balai Kota Jakarta.

Anies merasa malu lantaran ada instruksi seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon 2 tak dijalankan oleh 239 ASN. Anies mengumpulkan anak buahnya yang bermasalah di lapangan Balai Kota.

"Kita, saya dan Anda, berseragam, membawa perintah konstitusi di dalam sebuah birokrasi. Ketaatan terhadap perintah menjadi penting dan bila perintah tak bisa dilaksanakan, maka laporkan tak bisa dilaksanakan, bukan diam berharap tak jadi masalah. Ini masalah. Ini masalah Bapak-Ibu. Dan yang dikumpulkan di sini yang bermasalah," kata Anies, Senin (10/5/2021).

Anies meminta jajarannya agar seluruh instruksi dijalankan dengan baik. Anies sudah meminta Inspektorat DKI membuat daftar nama ASN yang bekerja tanpa memperhatikan instruksi.

Tonton juga Video: Danny Pomanto Temui Pj Walkot Makassar, Bahas Lelang Jabatan Kadis

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)