1 Syawal 2021 Muhammadiyah Kapan? Ini Penjelasannya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 17:09 WIB
logo muhammadiyah
Ilustrasi logo Muhammadiyah (Foto: istimewa)
Jakarta -

Umat islam di Indonesia sedang menantikan pengumuman terkait waktu dilaksanakannya perayaan lebaran Idul Fitri. Lalu muncul juga pertanyaan terkait kapan 1 Syawal 2021 Muhammadiyah ditetapkan.

Berbeda dengan pengumuman pemerintah melalui sidang isbat, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal dengan metode berbeda. Metode yang digunakan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Lantas kapan 1 Syawal Muhammadiyah ditetapkan? simak penjelasannya berikut ini:

Penetapan 1 Syawal

Penetapan waktu pelaksanaan salat Idul Fitri dilaksanakan tertuang dalam maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada tanggal 26 Januari 2021. Disebutkan 1 Syawal akan jatuh pada Kamis, 13 Mei mendatang.

Ada tiga syarat untuk menetapkan 1 Syawal 2021 Muhammadiyah, yakni melalui ijtimak (konjungsi) mendahului atau bersamaan dengan matahari, bulan sudah di atas ufuk, dan hilal (pergantian bulan) sudah ada.

"1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M," demikian isi maklumat yang diterima detikcom, Sabtu (8/5/2021).

Takbiran dan Salat Id Disarankan di Rumah

Usai menentukan 1 Syawal 2021 Muhammadiyah pada Kamis (13/5) mendatang, PP Muhammadiyah juga menyerukan umat Islam untuk melaksanakan takbiran dan salat Idul Fitri di rumah, khususnya bagi sejumlah kawasan yang banyak terpapar kasus COVID-19.

"Takbir Idul Fitri tahun ini dianjurkan agar dilaksanakan di rumah masing-masing khusus dan melibatkan anggota keluarga. Tidak dianjurkan takbir keliling," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Agung Danarto, saat jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta, Senin (10/5/2021).

Agung menyarankan agar pelaksanaan salat Idul Fitri dilangsungkan di rumah saja jika terdapat kasus sebaran COVID-19. Sementara untuk lingkungan yang lebih aman, disarankan untuk melaksanakan takbir di masjid atau musala, dan melaksanakan salat di lapangan terbuka yang lebih kecil.

"Kalau masih ada warga yang positif atau tidak aman di lingkungannya, pelaksanaan salat Idul Fitri dapat dilaksanakan di rumah," kata Agung.

"Salat Idul Fitri, Muhammadiyah biasanya dilaksanakan di lapangan terbuka yang besar, pada pandemi COVID-19, untuk dilaksanakan di tempat terbuka lapangan yang lebih kecil," tambahnya.

Perayaan 1 Syawal 2021 Muhammadiyah serta pelaksanaan rangkaian ibadah salat Idul Fitri diharapkan dapat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Terutama menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Tentunya dengan tempat yang terbuka dan mengisi lebih kecil dari 50 persen kapasitas sangat baik dalam menjaga jarak. Atau tidak menimbulkan kerumunan," jelas Agung.

Simak juga 'Hari Ini, Kemenag Tasikmalaya Pantau Hilal dari Pantai Sindangkerta':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)