Komisi I DPR Dukung Pangdam Jaya soal Tumpas Debt Collector

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 15:36 WIB
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Azhar Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menumpas perilaku premanisme debt collector setelah anggotanya Serda Nurhadi dikepung di Jakarta Utara. Sejumlah anggota Komisi I DPR mendukung langkah tegas Mayjen Dudung.

Anggota Komisi I DPR RI Sugiono menyebut upaya tegas oleh aparat khususnya TNI memang diperlukan terhadap para debt collector. Terlebih jika debt collector itu sampai melecehkan TNI sebagai simbol negara seperti yang terjadi pada Serda Nurhadi.

"Saya mendukung upaya tegas dalam mengatasi hal-hal yang bersifat melecehkan simbol-simbol negara seperti ini," kata Sugiono saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).

Wakil Ketua Umum Gerindra ini menyebut tindakan ke-11 debt collector di Koja Barat, Jakarta Utara memang perlu ditindak tegas.

"Terlebih anggota TNI tersebut sedang menolong warga negara lain yang membutuhkan," ucapnya.

Tak hanya Sugiono, anggota Komisi I DPR lainnya, purnawirawan TB Hasanuddin, sependapat mendukung arahan Pangdam Jaya. Dia meyakini tindakan tegas terhadap para debt collector yang kerap meresahkan ini pasti didukung oleh masyarakat.

"Setuju ini sikap dan tindakan yang tegas yang didukung masyarakat, wajib kita dukung," ungkapnya.

Namun, dalam penindakan tegas tersebut, TB Hasanuddin menyarankan agar TNI tetap menggandeng pihak kepolisian. Maka, kata dia, penindakan bisa lebih efektif dan efisien.

"Cuma karena ini bagian dari penegakan hukum sebaiknya menggandeng Polri agar lebih efektif dan efisien," ungkapnya.

Sebelumnya, Pangdam Jaya menegaskan TNI dan Polri akan bersinergi menumpas perilaku premanisme yang dilakukan debt collector. Sebab, tindakan debt collector itu dianggap meresahkan masyarakat.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda bahwa perilaku-perilaku debt collector ini akan kita hentikan. Tidak ada karena kekuasaan tertentu, memanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga menggunakan premanisme, termasuk premanisme yang lain seperti geng motor dan sebagainya, rencana kita akan tumpas," kata Dudung saat jumpa pers di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dudung menekankan tidak boleh ada kegiatan yang membuat masyarakat resah. Dia mengajak seluruh pihak membangun ketenteraman di Jakarta.

"Tidak ada kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat, tidak ada tindakan-tindakan memberikan rasa cemas, rasa ketakutan. Kita ciptakan di DKI Jakarta ini jadi tenteram damai dan masyarakat melaksanakan kegiatan-kegiatannya dengan baik tanpa ada rasa ketakutan," sebutnya.

Tonton Video: Pangdam Jaya Pastikan Babinsa Serda Nurhadi Tak Terlibat Utang

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)