Tak ada Pendataan Lagi Untuk BLT 2006
Jumat, 10 Mar 2006 18:05 WIB
Jakarta - Cukup! Itulah kata yang diucapkan pemerintah berkaitan dengan pendataan rumah tangga miskin (RTM) penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2006.Pada BLT tahap I telah didata sejumlah 15,5 juta RTM. Dari angka itu, ada 579 ribu yang dibatalkan. Sehingga jumlahnya menjadi 14,9 juta RTM. Kemudian ada penambahan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) sebanyak 4,3 juta dari usulan 12,16 juta. Sehingga total RTM penerima BLT tahun 2006 sejumlah 19,3 juta."Pendataan sudah ditutup, tidak ada pendataan RTM lagi," ujar Deputi I Menkokesra, Adang Setiana dalam jumpa pers di kantor Menkokesra Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/3/06).Sesuai jadwal, BLT akan disalurkan 3 gelombang yaitu Januari-Maret, April-Juni, dan Juli-September. Pada Juni-September pemerintah akan melakukan studi mengenai efektivitas BLT. Dari studi ini diharapkan akan bisa memberi masukan apakah akan ada perubahan kebijakan mengenai skema penyalurannya.Dalam kesempatan tersebut, Adang mengatakan bahwa pada pelaksanaan SLT tahap I (Oktober-Desember 2005) banyak terjadi permasalahan. Di antaranya adalah salah sasaran penerima kartu kompensasi sebanyak 4%. Masalah lain dalam penyaluran BLT antara lain ketidaknyamanan pengambilan uang dan lokasi pengambilan uang yang terlalu jauh sehingga ada beban tambahan biaya transportasi.Kasus pemotongan uang BLT juga ditemui di bebrapa wilayah. Dalam jumlah kasus kecil hal itu dilakukan oleh oknum aparat RT/RW, desa/kelurahan dan petugas pendataan. Selain itu juga terjadi penangguhan pengambilan BLT. "Karena kita pemantauannya hanya sebentar, jadi timbul berbagai masalah," kata Adang.Dalam BLT tahap I dialokasikan dana sebesar Rp 4,6 triliun bagi 15,4 kepala keluarga. Namun realisasinya RTM penerima BLT sebanyak 14,2 juta dengan uangsebesar Rp 4,3 triliun. Sisa uang sebesar Rp 356,5 milyar disalurkan untuk RTM di Aceh, Nias, dan daerah-daerah terpencil.
(nrl/)











































