Komisi A DPRD: ASN DKI Terlalu Nyaman Hingga Tak Daftar Lelang Jabatan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 08:36 WIB
ASN di Balai Kota DKI Jakarta.
ASN di Balai Kota DKI Jakarta. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menilai aparatur sipil negara (ASN) DKI Jakarta terlalu nyaman dengan kondisinya, sehingga mengabaikan instruksi Sekda DKI Jakarta soal pendaftaran lelang jabatan.

"Mereka sudah nyaman di posisi sekarang. Kan PNS Jakarta take home pay gede," ujar Mujiyono saat dihubungi, Senin (10/5/2021).

Selain itu, menurut Mujiyono, ASN atau PNS tidak memiliki keinginan mencapai target tinggi. Jadi, mereka menyia-nyiakan kesempatan untuk naik jabatan.

"Contoh, saya Camat Jatinegara, saya punya pengetahuan tambahan terkait dengan penanganan sampah. Jakarta harus sampai bersih sekualitas dengan Singapura. Begitu ada lowongan lelang jabatan untuk Kadis (Kepala Dinas) LH (Lingkungan Hidup), saya ikut untuk mewujudkan itu, saya harus ada di sana," kata Mujiyono.

"Ini temen-temen ASN tidak punya keinginan, karena terlalu nyaman di posisinya yang sekarang," ujarnya.

Menurut Mujiyono, apa yang dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan yang memarahi ASN DKI Jakarta karena tak menjalankan instruksi sudah benar. Selain itu, perlu ada pemanggilan bagi ASN yang tidak mendaftar lelang jabatan.

"Pak Gubernur nggak pernah marah-marah sebelumnya, baru kali ini. Sudah benar, saya sudah bilang ke Asisten Sekda bidang Pemerintahan, ajak inspektorat untuk panggil (ASN yang tidak mendaftar), 'Kenapa nggak ikut itu?' ujarnya.

Sebelumnya, Anies merasa malu lantaran ada instruksi seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II tak dijalankan oleh 239 ASN. Anies mengumpulkan anak buahnya yang bermasalah di lapangan Balai Kota.

"kita, saya dan Anda, berseragam, membawa perintah konstitusi di dalam sebuah birokrasi. Ketaatan terhadap perintah menjadi penting dan bila perintah tak bisa dilaksanakan, maka laporkan tak bisa dilaksanakan, bukan diam berharap tak jadi masalah. Ini masalah. Ini masalah Bapak-Ibu. Dan yang dikumpulkan di sini yang bermasalah," kata Anies, Senin (10/5/2021).

Anies meminta jajarannya agar seluruh instruksi dijalankan dengan baik. Anies sudah meminta Inspektorat DKI membuat daftar nama ASN yang bekerja tanpa memperhatikan instruksi.

Simak juga video 'Soal PPDB DKI, Anies Tak Ingin Ada 'Hidden Privilege'':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/man)