Alasan Pemudik Kelabui Petugas di Pos Sumber Arta Bekasi: Ingin Nikah-Ortu Sakit

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 00:21 WIB
Kapolsek Bekasi Kota Kompol Armayni
Kapolsek Bekasi Kota Kompol Armayni (Foto: Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Bekasi -

Puluhan pemudik diputarbalik di pos penyekatan Sumber Arta, Bekasi, malam ini. Polisi mengungkapkan beragam modus yang diutarakan oleh para pemudik demi mengelabui petugas.

"Rata-rata sih alasan mereka karena mau mudik," kata Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Armayni, di pos penyekatan Sumber Arta, Bekasi, Senin (10/5/2021) malam.

Kemudian, Armayni mengatakan ada yang beralasan ingin menikah di Majalengka, Jawa Barat. Namun, suratnya hanya berupa foto kopi dan tidak memiliki surat bebas COVID-19 sehingga pemudik itu harus diputar balik.

"Yang kedua dengan membawa surat panggilan untuk nikah dari KUA Majalengka," tuturnya.

"Tapi setelah kita tanya, hasil rapid tes nggak ada. Kita beri imbauan secara humanis pada mereka," sambung Armayni.

Tidak hanya itu, ada juga pemudik yang beralasan orang tuanya di kampung sedang sakit. Hanya saja, kata Armayni, saat diminta bukti orangtuanya sakit, pemudik itu tidak bisa menunjukkannya.

"Kemudian ada juga surat dengan alasan orangtua sakit. Tapi setelah kita tanyakan mana bukti orangtua sakit, mereka nggak punya," ujarnya.

Armayni berharap para pemudik tidak berusaha mengelabui petugas lagi ke depannya. Menurutnya, pelarangan mudik dilakukan demi pemutusan mata rantai COVID-19.

"Jadi memang modus-modus seperti itu mengakali kita. Tapi tetap kita tanya, tujuannya tidak lain hanya untuk memutus rantai penularan Covid supaya tidak bertambah. Dan alhamdulillah warga masyarakat yang kita beri pemahaman, mereka memahami, dan akhirnya kembali," kata Armayni.

Lebih lanjut, Armayni meyakini pemudik tidak akan sampai ke tujuan meski di Pos Sumber Arta berhasil melintas. Sebab, masih ada banyak pos penyekatan lain yang harus dilalui.

"Walaupun mereka lolos di sini, ada berapa titik lagi yang dilewati sehingga mereka nggak akan sampai ke kampung," ujarnya.

Diketahui, selama masa pelarangan mudik Lebaran 2021, Korlantas Polri memasang 381 titik penyekatan. Pos penyekatan itu tersebar dari Sumatera Selatan hingga Bali.

(eva/eva)