Produsen Bata Ringan Sumbang 20 Separator Jalan ke Satlantas Sragen

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 19:20 WIB
Produsen bata ringan merek Blesscon yakni PT Superior Prima Sukses memberikan 20 separator (pembatas jalan) rangka besi kepada Satlantas Sragen berukuran 1x24 meter.
Foto: Dok. Blesscon
Jakarta -

Produsen bata ringan merek Blesscon yakni PT Superior Prima Sukses memberikan 20 separator (pembatas jalan) rangka besi kepada Satlantas Sragen berukuran 1x24 meter. Separator ini berisi pesan-pesan untuk taat berlalu lintas dan taat protokol kesehatan.

Separator jalan ini diserahkan oleh Brand Manager Blesscon Yusuf Permadi langsung ke Kasatlantas Sragen Ilham Syafriantoro. Ilham menyebut adanya separator ini sangat membantu petugas di lapangan dan ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Blesscon.

"Semoga separator ini bisa membantu lancarnya tugas satlantas, sekaligus menjadi pengingat prokes di masyarakat," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).

Ilham menjelaskan terlepas dari momen Idul Fitri, perkembangan lalu lintas Kota Sragen sangat dinamis. Menurutnya, setiap tahun ada peningkatan aktivitas dan volume kendaraan. Evaluasi lalu lintas bisa menjadi diskresi per 6 bulan atau bahkan per bulan. Selain petugas kepolisian, dalam mengatur lalu lintas juga dibutuhkan sarana prasarana pendukung seperti separator dan traffic cone.

Sementara untuk momen Idul Fitri ini, Ilham mengatakan pihaknya akan membuat 7 titik posko, dua di antaranya untuk penyekatan. Adapun agenda tahunan dengan nama Operasi Ketupat Candi ini tetap diberlakukan dengan fokus penyekatan di Sragen karena sebagai gerbang Jawa Timur-Jawa Tengah, baik lewat Tol Ngawi atau jalur arteri.

"Penyekatan akan dilakukan di jalur arteri Toyogo, Sambungmacan dan exit tol Punggruk, Sragen," ungkapnya.

Diketahui, di Tol Ngawi kilometer 527 pengendara akan diminta keluar di Punggruk untuk pemeriksaan. Toleransi hanya diberikan untuk keperluan dinas dengan surat lengkap. Bagi yang belum membawa surat bebas COVID (hasil antigen negatif) akan diarahkan swab di rest area 59B. Selain itu, sejumlah rekayasa lalu lintas juga diberlakukan.

Selama pandemi belum terkendali, Ilham menjelaskan kewaspadaan terhadap penularan COVID-19 tak boleh kendur. Ia menyampaikan penanggulangan COVID-19 membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya pada rekan-rekan stakeholder untuk penanganan COVID mulai dari pencegahan (imbauan) hingga bantuan sosial. Selama tujuan positif dan untuk kemanusiaan," ujarnya.

Kerja sama masyarakat juga paling diperlukan untuk mematuhi protokol kesehatan dan menanti imbauan yang ada. Seperti peniadaan mudik saat pandemi, keinginan berkumpul bersama keluarga dianggap wajar namun dia menganjurkan untuk menahan diri.

"Jangan sampai pertemuan sesaat menjadi pertemuan terakhir," ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, penularan dan dampak COVID-19 ke keluarga bisa berujung kematian. Atas nama Satlantas Sragen, Ilham menyampaikan agar masyarakat tetap berdoa dan berikhtiar agar pandemi segera berakhir.

"Jalankan prokes dan tetap patuh lalu lintas," tegasnya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Sragen, Joni Kurniawan menambahkan pemasangan separator masih direncanakan dengan matang. Namun menurutnya sudah ada gambaran, bisa di pos kota, area night market, dan juga exit tol. Menurutnya ini sangat membantu di exit tol karena ada penyekatan.



Simak Video "Separator Jalan Dibuka, Gatot Subroto Belum Bisa Dilalui Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)