Tim Bukal Polres Lombok Barat Bubarkan Lomba Gasing Saat Pandemi

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 18:41 WIB
Polda NTB
Foto: dok. Polres Lombok Barat
Jakarta -

Tim Bukal Polres Lombok Barat yang terdiri dari personel Polres Lombok Barat dan Polsek Lembar yang tergabung dalam menyisir sejumlah lokasi yang diperkirakan berpotensi rawan gangguan kamtibmas. Kegiatan dilakukan dari malam hingga dini hari ini.

"Menyasar lokasi yang berpotensi rawan gangguan kamtibmas, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (curat, curas, dan curanmor/3C)," kata Kapolsek Lembar, Iptu Boy Ari Purnomo dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).

Kegiatan patroli Tim Bukal ini menyisir Dusun Gunung Sari, Desa Jembatan Kembar, dan perkampungan penduduk Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar. Dari hasil penyisiran ditemukan sekelompok orang melakukan lomba gasing.

Polda NTBPolda NTB Foto: dok. Polres Lombok Barat

"Di Desa Jembatan Kembar, ditemukan sekelompok orang melakukan lomba gasing, sehingga langsung diambil tindakan dengan membubarkannya, di mana ini dapat menimbulkan kerumunan," terangnya.

Boy menjelaskan nama Tim Bukal berarti kelelawar (bahasa daerah Sasak), yakni salah satu hewan dengan pendengaran yang sangat tajam. Menurutnya peningkatan intensitas kegiatan patroli ini menindaklanjuti perkiraan peningkatan kriminalitas menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk memantau perkembangan situasi wilayah terhadap gangguan kamtibmas lainnya, seperti balap liar dan perang mercon. Menurutnya kegiatan ini menjadi perhatian, mengingat di beberapa tempat gangguan seperti ini kerap terjadi, sehingga pihaknya mengambil langkah pencegahan.

Polda NTBPolda NTB Foto: Polda NTB

Ia juga mengatakan protokol kesehatan juga menjadi atensi jajarannya, sebab menjelang Idul Fitri intensitas kegiatan masyarakat meningkat. Boy menjelaskan wilayah Lembar adalah salah satu wilayah yang terdapat banyak objek vital, seperti perkantoran, pergudangan, dan pertokoan.

"Sehingga ini kami antisipasi, termasuk antisipasi pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM)," sambungnya.

Ia mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini kerumunan seringkali terjadi bila tak segera diantisipasi.

(prf/ega)