Menhub Ungkap 2 Opsi Antisipasi Arus Balik Lebaran 2021

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 12:55 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (Hasrul Nawir/detikcom)
Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (Hasrul Nawir/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengusulkan dua hal untuk mengantisipasi warga yang pulang dari daerah mudik. Budi memprediksi bakal ada sekitar 22 persen warga yang pulang pada H+2 Lebaran.

"Kami juga membahas rencana kepulangan saudara-saudara kita dari daerah mudik, dari catatan kami ada 22 persen yang akan balik pada hari Minggu H+2 itu kalau dikuantifikasi kira-kira 3,6 juta, satu jumlah yang banyak, " kata Budi dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

Dua usulan yang disampaikan Menhub yaitu penundaan kepulangan dan tracing intensif. Tracing dilakukan di tempat-tempat yang jumlah konsentrasi warganya cukup besar.

"Nah oleh karena itu dua yang akan kami usulkan satu tentu menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat tertentu. Yang kedua kami mengusulkan bahwa dilakukan tracing intensif di beberapa tempat yang konsentrasinya besar. Katakanlah di Madiun, di Ngawi, Surabaya, Solo, Yogya, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni dilakukan tracing secara intensif," ujar Budi.

"Sehingga kami mengusulkan nanti Pak Menko dan Pak Menkes memberikan vaksin untuk mereka yang melakukan perjalanan darat. Sedangkan perjalanan udara kita usulkan tracing dengan waktu yang lebih pendek tapi kita masih perlu pembahasan," tutur dia.

Selain itu, Budi memprediksi masih ada warga yang nekat mudik pada H+2 Lebaran. Dia mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan.

"Selanjutnya dari pantauan yang kami lihat dari survei kami bahwa mudik ini bisa terjadi lagi tinggi mungkin besok dan lusa. Oleh karenanya kami mengimbau untuk tetap apabila saudara-saudara kita tidak mudik karena itu akan lebih baik," imbuh Budi.

(knv/imk)