Ini Tampang 11 Debt Collector Tersangka Pengepungan Serda Nurhadi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 12:11 WIB

Hendrik mengaku menyesal. Dia dan rekan-rekannya siap mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

"Saya menyesal dengan apa yang saya lakukan kemarin, sekali lagi saya minta maaf dan akan bertanggung jawab dengan apa yang kami sudah perbuat dengan hukum yang berlaku," ujarnya.

Kejadian tersebut membuat Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman geram. Dudung mengatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menumpas perilaku premanisme yang dilakukan debt collector.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda bahwa perilaku-perilaku debt collector ini akan kita hentikan. Tidak ada karena kekuasaan tertentu, memanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga menggunakan premanisme, termasuk premanisme yang lain seperti geng motor dan sebagainya, rencana kita akan tumpas," kata Dudung saat jumpa pers di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Dudung menekankan tidak boleh ada kegiatan yang membuat masyarakat resah. Dia mengajak seluruh pihak membangun ketenteraman di Jakarta.

Polisi menetapkan 11 tersangka terkait pengepungan Serda Nurhadi oleh debt collectorFoto: Polisi menetapkan 11 tersangka terkait pengepungan Serda Nurhadi oleh debt collector (Dok.Polres Jakut)

"Tidak ada kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat, tidak ada tindakan-tindakan memberikan rasa cemas, rasa ketakutan. Kita ciptakan di DKI Jakarta ini jadi tentram damai dan masyarakat melaksanakan kegiatan-kegiatannya dengan baik tanpa ada rasa ketakutan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Dudung menjelaskan Serda Nurhadi tidak ada kaitannya dengan pemilik kendaraan. Adapun, Serda Nurhadi saat itu membantu pemilik kendaraan karena sedang akan ke rumah sakit.

Pengepungan itu terjadi pada Kamis (6/5) lalu. Saat itu Nurhadi sedang mengendarai mobil tersebut dan dikejar hingga dikepung oleh para debt collector tersebut.

Halaman

(mei/fjp)