'Drama' Mobil Matic Saat Serda Nurhadi Bantu Warga tapi Dikepung Debt Collector

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 11:24 WIB
Anggota TNI dikepung debt collector saat hendak bawa warga ke RS di Jakut
Serda Nurhadi saat dikepung debt collector. (Foto: Screenshot video)
Jakarta -

Niat baik Serda Nurhadi mengantar warga ke rumah sakit di Jakarta Utara berujung dikepung debt collector. Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, mengungkap Serda Nurhadi sempat terkendala mobil yang ternyata bersistem matic.

Awalnya, Serda Nurhadi mendapat laporan soal heboh-heboh di depan Kelurahan Semper, Jakarta Utara, yang bikin macet. Ternyata ada masyarakat yang ribut dengan debt collector. Serda Nurhadi sempat berdialog dengan debt collector itu.

Serda Nurhadi melihat ada anak-anak yang menangis serta orang tua yang kesakitan di dalam mobil. Dia akhirnya membantu warga yang hendak ke rumah sakit itu dengan cara menyopiri mobilnya.

"Saudara Nurhadi mencoba mengambil alih kendaraan, untuk menyingkirkan agar kemacetan tidak terjadi dan kemudian akan mengarahkan ke RS. Namun karena keterbatasan Saudara Nurhadi mengendarai kendaraan yang matic dan akan diarahkan oleh pemilik ke arah tol, maka Serda Nurhadi memberhentikan," kata Mayjen Dudung dalam jumpa pers di Makodam Jaya, Senin (10/5/2021).

Kala itu, Serda Nurhadi keheranan. Dia pun curiga mengapa pemilik mobil bernama Naras mengarahkan mobil ke tol padahal hendak ke rumah sakit.

"Lho kok harus ke tol padahal arahnya mau ke rumah sakit. Nanti pikiran yang bersangkutan kalau masuk ke tol 'wah jangan-jangan dikira kita mau melarikan diri kendaraan'," ungkapnya.

Selama perjalanan, debt collector masih mengikuti mobil milik warga yang disopiri Serda Nurhadi itu. Hingga akhirnya, mereka berhenti persis sebelum masuk gerbang tol. Serda Nurhadi sempat ingin bergantian menyetir dengan Naras si pemilik mobil.

"Kemudian berhentilah di ujung sebelum masuk pintu tol Semper. Di situ Serda Nurhadi karena tidak menguasai kendaraan itu akhirnya dipersilakan kepada pemilik kendaraan, Saudara Naras, yang rencananya akan dibawa ke rumah sakit," papar Dudung.

Serda Nurhadi lalu hendak pindah ke kursi belakang. Saat itu, terjadi perebutan kunci antara Naras dan debt collector. Serda Nurhadi saat itu tidak melakukan apa-apa.

"Debt collector juga tidak melakukan tindak kekerasan pada Serda Nurhadi. Cekcok itu antara pemilik mobil dengan debt collector," jelasnya.

Usai kejadian, Serda Nurhadi sempat diperiksa oleh Pomdam Jaya untuk memastikan tak ada kaitan antara Babinsa itu dan pemilik mobil yang bermasalah. Hasilnya, tak ada kaitan antara Serda Nurhadi dan Naras.

"Setelah kita cek, tidak ada kaitannya sama sekali. Serda Nurhadi hanya ingin membantu agar tidak ada kemacetan dan membantu masyarakat kesulitan," kata Mayjen Dudung.

Lihat Video: Viral Anggota TNI Dikepung Debt Collector, Ini Kronologinya

[Gambas:Video 20detik]



(sab/imk)