Atas Nama HAM, Hakim PN Wates Kabulkan Transgender Jadi Laki-laki

Andi Saputra - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 11:39 WIB
Ilustrasi LGBT
Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Wates, Yogyakarta mengabulkan seorang perempuan menjadi laki-laki, RS, karena memiliki orientasi seksual berubah. Hakim tunggal menyitir Yogyakarta Principal, sebuah piagam HAM yang berisi soal orientasi seksual dan identitas gender.

Hal itu tertuang dalam penetapan PN Wates yang dilansir websitenya, Senin (10/5/2021).RS dilahirkan sebagai perempuan pada 2 November 1989.

Meski terlahir sebagai perempuan, RS dalam pertumbuhannya menolak bermain layaknya bocah perempuan. Ia lebih menikmati permainan layang-layang, mobil-mobilan dan berpakaian menyerupai laki-laki. Di mata orang tuanya, kala itu, RS dianggap hanya berperilaku tomboi.

Saat beranjak dewasa, ia semakin menegaskan diri sebagai laki-laki. Selepas SMS, ia mencari jati dirinya dengan mengikuti kelompok lesbian, gay ataupun biseks. Namun ia merasa tidak nyaman dengan komunitas itu.

Pada 2015, ia mulai membaca buku-buku bacaan soal transgender dan merasa cocok dengan paparan buku tersebut. Ia semakin yakin dirinya adalah laki-laki dan mulai berani memilih toilet laki-laki dan menjalankan ibadah sebagai laki-laki.

Tiga tahun setelahnya, ia konsultasi dengan dokter di RS Premier Jatinegara. RS mendapatkan diagnosa transgender famel to male fase sintonik. RS diberi terapi hormonal/testeron injeksi sejak Januari 2020 hingga sekarang. Injeksi dilakukan tiap 3 minggu sekalli.

Setelah itu, dokter membuat surat yang berbunyi:

Bahwa dari hasil pemeriksaan kami saat ini, pasien secara mental dalam kondisi stabil, tenang. Kami sudah mengamati kasus ini sejak 2019, pasien adalah seorang transgender yang sudah dalam fase sintonik (tekad bulat) memilih gender laki-laki.

Setahun yang lalu ia sudah menjalani terapi hormon untuk lebih meyakinkan penampilannya sebagai laki-laki. Saat ini siap menjalani permohonan untuk penyesuaian identitas jenis kelaminnya. Surat ini diperlukan sebagai persyaratan pengajuan sidang permohonan penyesuaian identitas gender. Demikian diterangkan dengan sesungguhnya.

Mengantongi surat dokter itu, RS mantap mendaftarkan perubahan jenis kelaminnya ke PN Wates. Harapannya, secara catatan sipil semuanya akan berubah. Hasilnya, permohonannya dikabulkan.

"Menyatakan secara hukum bahwa Pemohon yang terlahir sebagai anak perempuan yang tercatat sebagai perempuan ditetapkan sebagai seorang laki-laki," ujar hakim tunggal Edy Sameaputty.

Nah, apa pertimbangan Edy? Baca halaman selanjutnya.

Tonton juga Video "PBB: Pandangan Paus Fransiskus Sejalan Prinsip Nondiskriminasi":

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2