Deja Vu KPK OTT Bupati Nganjuk, Lagi-lagi Suap Jual Beli Jabatan

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 09:49 WIB
Fokus Gedung KPK Baru (tidak untuk insert)
Foto ilustrasi gedung KPK. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat seperti sudah pernah dilakukan oleh KPK. Apakah ini yang disebut Deja Vu?

KPK memang pernah menangkap Bupati Nganjuk pada 2017. Namun kala itu jabatan Bupati Nganjuk diemban oleh Taufiqurrahman.

Kasus yang menjerat Taufiqurrahman saat itu pun sama dengan yang melilit Rahman. Keduanya sama-sama tersangkut kasus suap jual-beli jabatan.

OTT terhadap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman digelar pada Oktober 2017. Sedangkan OTT Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat digelar KPK kemarin malam.

"Diduga bupati melalui orang kepercayaannya meminta uang kepada pegawai, kepada sejumlah SKPD di Kabupaten Nganjuk bila ada rotasi, rekrutmen, pengangkatan, alih status kepegawaian," kata Wakil Ketua KPK saat itu, Basaria Panjaitan, menjelaskan OTT Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

OTT Bupati Nganjuk Taufiqurrahman

Pada 25 Oktober 2017, KPK menangkap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terkait kasus suap pengisian jabatan, mulai kepala sekolah hingga kepala dinas. Ketika itu, KPK juga mengamankan seorang kepala sekolah dan seorang kepala dinas.

Taufiqurrahman diduga menerima suap Rp 298 juta. Suap tersebut dititipkan kepada orang kepercayaannya, yakni Ibnu Hajar selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dan Suwandi selaku Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya soal suap, KPK juga menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam kasus pencucian uang, KPK menyita sejumlah aset berupa tanah milik Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 350 juta dalam kasus jual-beli jabatan. Sedangkan kasus dugaan pencucian uang Taufiqurrahman masih berproses.

OTT Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjerat OTT KPK kemarin malam. Selain Rahman, ada 3 camat yang terjaring OTT KPK.

Kasus yang menjerat Rahman juga berkaitan dengan jual-beli jabatan, sama seperti Taufiqurrahman. Ada duit ratusan juta rupiah yang disita dalam OTT Bupati Nganjuk ini.

"Terkait lelang jabatan dan pengisian perangkat desa," ucap seorang sumber detikcom, Senin (10/5/2021).

Status Rahman pun masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT Bupati Nganjuk.

Lihat Video: Penampakan 3 Ruangan Pemkab Nganjuk Disegel KPK

[Gambas:Video 20detik]



(zak/dhn)