Bule Kanada Ngaku Lupa Hapus Iklan 'Kelas Orgasme', Harusnya Digelar 2020

Sui Suadnyana - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 15:52 WIB
Jumpa pers deportasi WN Kanada penyelenggara kelas orgasme Bali
Foto: YouTube Kanwil Kemenkumham Bali
Jakarta -

Christopher Kyle Martin menyebut promosi 'kelas orgasme' yang bikin geger di Bali sebenarnya iklan lama. Warga negara Kanada tersebut berdalih iklan itu lupa dihapus.

"Christopher Kyle Martin mengakui bahwa acara Yoga Tantric Full Body Orgasm sudah lama diiklankan dan lupa dihapus," kata Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dalam jumpa pers, Minggu (9/5/2021).

Acara tersebut sebenarnya hendak digelar pada 2020 di Karma House of Tattoos di Ubud. Pada akhirnya, acara ditunda hingga 2021 karena Christopher Kyle Martin tidak punya sertifikat instruktur yoga dan tidak punya izin kerja.

"Yang bersangkutan menjelaskan bahwa yoga ini tidak memiliki kandungan seksualitas dikarenakan berbeda dengan genital orgasm dan lebih banyak mempelajari teknik pernapasan," jelasnya.

"Untuk mengikuti yoga ini, peserta diminta untuk membayar 20 euro sudah termasuk membayar sewa tempat dan makanan pada saat acara berlangsung," sambung Jamaruli.

Meski demikian, pihak Imigrasi tetap menilai Christopher Kyle Martin tidak menghormati adat istiadat serta budaya Bali. Dengan demikian, pria berusia 37 tahun itu dideportasi dari Indonesia.

"Deportasi terhadap Christopher Kyle Martin dilaksanakan pada hari Ini, Minggu, 9 Mei 2021 pukul 15.20 Wita, dan direncanakan tiba di Soekarno-Hatta pada pukul 16.50 WIB kemudian melanjutkan Penerbangan dari Jakarta-Doha-Kanada menggunakan penerbangan Qatar Airways pada hari Senin dini hari pukul 01.00 Wita," papar Jamaruli.

Pihak Imigrasi mengimbau semua WNA menghormati nilai-nilai masyarakat Bali. Masyarakat juga diminta melapor bila ada ulah WNA yang meresahkan.

"Sesuai arahan Gubernur Bali, mengimbau kepada semua WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara di hadapan dunia," ucap Jamaruli.

(imk/imk)