Cerita Warga Korban Kebakaran di Kapuk Muara Jakut

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 14:30 WIB
Kebakaran terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut)
Kebakaran terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Kebakaran yang terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), pada Minggu dini hari akibat korsleting listrik. Menurut cerita warga, kebakaran ini berasal dari salah satu rumah yang ditinggal pemiliknya mudik.

"Jadi ceritanya kipas angin macet nah penghuni kontrakannya pulang kampung. Jadi yang tahu juga sebelah kamarnya, itu udah sempet disiram pakai air katanya nggak udah nggak ketulungan," ujar salah satu warga, Ody (34), saat ditemui di lokasi kebakaran, Jalan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (9/5/2021).

"Iya ditinggal (mudik). Orang kan lupa matiin elektronik kan ada kipas apa, exhaust lupa dimatiin pas mudik," lanjutnya.

Selain itu, dia bercerita kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Ody mengatakan api tersebut bisa cepat padam karena adanya bantuan hujan yang mengguyur Jakarta semalam.

"Padam itu karena hujan aja, alhamdulillah hujan gede banget itu," kata Ody.

Selanjutnya, ditemui di lokasi yang sama, Ari (23), yang juga menjadi salah satu korban kebakaran, sedang mencari sisa-sisa barang yang bisa dijual kembali. Terlihat Ari sedang mengorek besi-besi yang ada di sekitar rumahnya.

"Ini diambilin yang masih bisa dijual aja. Iya buat dijual lagi besi-besinya," kata Ari.

Selain itu, Ari termasuk salah satu warga yang beruntung karena sempat menyelamatkan surat-surat berharga yang ada di rumahnya.

Pantauan detikcom pukul 12.10 WIB, terlihat kawasan permukiman padat penduduk hampir semua rata dengan tanah. Salah satunya musala, yang kini hanya tersisa rangka bangunannya.

Para warga pun terlihat sibuk mencari puing-puing bangunan serta besi-besi yang nantinya masih bisa dijual kembali. Beberapa warga pun terlihat sedih atas kejadian kebakaran ini.

"Iya sedih, Neng, sebentar lagi Lebaran malah kayak gini," kata Neneng (43).

Wali Kota Jakarta Utara Sambangi Lokasi Kebakaran

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim siang ini menyambangi lokasi kebakaran yang menyebabkan sekitar 200 rumah terbakar. Selain itu, Ali ke sini untuk mengunjungi korban-korban yang terdampak kebakaran.

Dia menyebut nantinya 1.449 jiwa yang terdampak akan diungsikan ke pesantren terdekat.

Kebakaran terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut)Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana mengunjungi lokasi kebakaran di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). (Karin Nur Secha/detikcom)

"Alhamdulillah di dekat sini ada pesantren yang sedang libur santrinya, jadi pak kiai menyediakan asramanya untuk pengungsi. Jadi alhamdulillah warga-warga bisa ditampung pengungsiannya di pesantren," ujar Ali saat ditemui di lokasi.

Ali mengatakan alasan para korban kebakaran diungsikan ke pesantren ialah tempatnya luas dan banyak ruang kosong. Selain itu, saat ini para santri sedang diliburkan karena menjelang Lebaran.

"Daya tampung pesantren asrama itu hampir 700 orang, tetapi itu baru asrama dan belum ruang-ruang kelas yang kosong. Jadi insyaallah semuanya bisa tertampung di pesantren karena tempatnya sudah representatif, untuk mandi cuci juga sudah ada gitu ya," kata Ali.

Saat ini, masih dilakukan pendataan terhadap warga untuk memastikan jumlah kapasitas di pesantren bisa tertampung semua. Sebelum masuk ke area pesantren, Ali memastikan semua warga akan difasilitasi swab antigen terlebih dahulu untuk menghindari penyebaran virus COVID-19 di pengungsian.

Tonton juga Video: Ditinggal Mudik, Gudang Barang Bekas di Cakung Terbakar

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)