Anggota DPR Bela Jokowi soal Pidato Bipang Ambawang

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 15:39 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Video pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah ramai dibahas masyarakat lantaran mempromosikan bipang alias babi panggang Ambawang, khas Kalimantan Barat. Sejumlah anggota DPR membela Jokowi dan menuding kesalahan ada pada jajaran Kemensetneg.

Wakil Ketua Komisi II Luqman Hakim menilai persoalan pidato Presiden Jokowi soal Bipang Ambawang dikarenakan tidak adanya briefing dari pembantu Jokowi. Luqman mendesak agar Mensesneg Pratikno melakukan evaluasi terhadap jajarannya akibat persoalan ini.

"Presiden pasti tidak menerima briefing dari jajaran pembantunya, dalam hal ini Menteri Sekretaris Negara atau bawahannya, bahwa bipang Ambawang adalah makanan babi panggang Ambawang. Sehingga Presiden tidak merasa beban mempromosikan bipang Ambawang sebagai makanan Lebaran. Atas kejadian ini, Pak Pratikno sebagai Mensesneg harus melakukan evaluasi serius terhadap jajarannya," kata Luqman saat dihubungi, Sabtu (8/5/2021).

Luqman meminta harus ada sanksi tegas bagi pihak yang melakukan kesalahan terkait pembuatan pidato Presiden Jokowi. Sebab, kata dia, Pratikno beserta jajarannya telah menyebabkan Jokowi diolok-olok oleh masyarakat.

"Sudah pasti harus ada sanksi tegas kepada pihak yang melakukan kesalahan ini. Pak Pratik harus paham bahwa kecerobohan jajarannya telah menyebabkan Presiden mendapatkan olok-olok dan dipermalukan di depan rakyat negeri ini. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa mendatang," ucapnya.

Dia pun meminta agar umat Islam tidak perlu memperpanjang persoalan babi panggang tersebut, terlebih dengan isu SARA. Politikus PKB ini beralasan umat Islam pasti sudah tahu bahwa daging babi dimasak dengan cara apa pun tetap haram.

"Kesalahan Presiden mempromosikan makanan babi panggang sebagai kuliner Hari Raya Idul Fitri tidak perlu diperpanjang, apalagi digoreng-goreng dengan bumbu SARA. Toh, umat Islam sudah tahu bahwa daging babi dimasak dengan cara apa pun, hukumnya tetap haram dimakan. Tidak perlu ada yang merasa khawatir umat Islam akan menjadikan makanan babi panggang sebagai sajian menu Lebaran, karena terbujuk promosi Presiden Jokowi," tuturnya.

Senada dengan Luqman, Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily menyebut pidato Presiden Jokowi harus dilihat secara utuh. Dia menyebut Jokowi juga merupakan presiden semua umat di Indonesia.

"Pernyataan Presiden Jokowi ini harus dilihat secara utuh. Larangan mudik ini bukan hanya bersamaan dengan momentum perayaan Idul Fitri 1442 H atau Lebaran. Namun juga berlaku bagi perayaan kenaikan Isa Almasih, yang bertepatan dengan 13 Mei 2021. Umat kristiani pun juga dilarang mudik. Sebagai presiden milik semua, Indonesia ini beragam agama dengan kekhasan kulinernya masing-masing. Perayaan keagamaan juga dirayakan dengan makanan-makanan khas daerah. Tentu bagi yang muslim harus makan makanan yang halal. Itu kewajiban bagi muslim. Namun, bagi agama lain seperti yang merayakan kenaikan Isa Al-Masih tentu, kita harus menghormati mereka mengkonsumsi makanan sesuai dengan makanan khas kedaerahannya," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan video 'Heboh! Pidato Jokowi Promosi Bipang Ambawang Khas Kalbar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2