Ramai Pidato Bipang Ambawang, Tim Komunikasi Jokowi Diminta Dievaluasi

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 13:47 WIB
Kawendra Lukistian (Yulida Medistiara/detikcom)
Foto: Kawendra Lukistian (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta -

Video pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah ramai dibahas masyarakat lantaran mempromosikan bipang Ambawang, Kalimantan Barat. Wasekjen Gerindra Kawendra Lukistian menyayangkan video pidato Presiden Jokowi tersebut.

"Saya sangat menyayangkan sekali, dalam konteks ucapan Lebaran, imbauan jangan mudik, dan oleh-oleh khas Lebaran, Presiden malah menyebutkan makanan yang tidak related dengan kebiasaan umat Islam, bipang Ambawang," kata Kawendra dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021).

Kawendra menyayangkan adanya kesalahan mendasar dalam pidato Presiden Jokowi di media sosial. Menurutnya, tim komunikasi Presiden Jokowi perlu dievaluasi.

"Tim komunikasi Presiden perlu dievaluasi, hal mendasar seperti ini kok nggak dijagain," ucapnya.

Kawendra tidak mau menyalahkan Jokowi atas ucapannya dalam pidato tersebut. Menurutnya, kesalahan tetap berada pada pihak yang membuat teks pidato itu.

"Kalau ditanya siapa yang salah, tentu yang membuat teks dalam pidato tersebut. Saya yakin Pak Presiden sebagai seorang muslim memang tidak begitu paham soal bipang tersebut," ujarnya.

Seperti diketahui, video pidato Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Video tersebut disorot karena bipang dinarasikan sebagai babi panggang yang termasuk makanan haram bagi umat Islam.

Dilihat detikcom, Sabtu (8/5/2021), potongan video Jokowi soal bipang Ambawang itu diunggah oleh akun Twitter @BossTemlen. Video itu telah di-retweet ribuan kali. Narasi pada caption video tersebut mempertanyakan mengapa Jokowi mempromosikan bipang Ambawang pada saat Lebaran.

Dalam khazanah kuliner Indonesia bipang bisa berupa kue beras dan ada pula bipang babi panggang. Namun, narasi yang beredar di media sosial adalah bipang babi panggang.

Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan potongan video pidato Jokowi yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021. Video bertajuk '05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia' itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal.

Selain Jokowi, ada sejumlah menteri yang juga berbicara dalam video tersebut. Jokowi pun awalnya mengingatkan bahwa saat ini pemerintah melarang mudik Lebaran demi keselamatan warga.

"Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama," kata Jokowi dalam video tersebut.

Dia lantas mengimbau warga memesan kuliner khas daerah secara daring. Salah satu yang dia sebut ialah bipang Ambawang, yang merupakan babi panggang khas Kalimantan Barat.

"Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.

Simak video 'Heboh! Pidato Jokowi Promosi Bipang Ambawang Khas Kalbar':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/idh)