Round-Up

Aksi Tipu-tipu Berkedok Arisan Lebaran Terbongkar di Bekasi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 07:02 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Bekasi -

Ratusan ibu-ibu di Bekasi tertipu arisan lebaran. Kerugian para korban diperkirakan hampir mencapai Rp 1 miliar.

Seorang perempuan berinisial H ditangkap dalam kasus ini. Dia merupakan ketua arisan yang menggelapkan uang para warga tersebut.

"Iya di sini sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sudah kita tahan. Inisialnya H sebagai ketua arisan," kata Kapolsek Bekasi Timur AKP Rusit Malaka saat dihubungi detikcom, Jumat (7/5/2021).

Arisan lebaran itu sebenarnya telah berlangsung sejak 5 tahun lalu. Dia menyebut korban mengikuti arisan itu tiap hari menyetorkan uang dengan jumlah bervariasi kepada ketua arisan, seorang perempuan inisial H.

"Jadi arisan itu per hari ada yang nyetor Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu," ujar Rusit.

Dari arisan itu seharusnya tiap mendekati Lebaran uang para anggota bisa dicarikan. Adapun arisan itu dicairkan dalam bentuk paket sembako Lebaran.

"Iya jadi tiap tahun tiap Lebaran itu diberi sembako. Tiap tahunnya selama 5 tahun berjalan. Tapi baru tahun ini ada penipuan," ungkap Rusdi.

Didatangi Warga

Kasus penipuan yang dilakukan oleh H ini kemudian diketahui oleh anggotanya setelah diketahui tidak ada kejelasan pencairan uang arisan. Kepada anggotanya, H berkelit dan mengatakan uang para anggotanya itu hilang.

Warga pun sempat menggeruduk rumah H pada Kamis (6/5) malam. Takut terjadi hal tidak diinginkan, H kemudian dibawa ke kantor polisi.

Lihat juga video 'Modus Penggandaan Harta Makan Korban, Emak-emak Kehilangan Rp 33 Juta':

[Gambas:Video 20detik]





Halaman selanjutnya, sempat bikin laporan palsu

Bikin Laporan Palsu

Alih-alih membayar kerugian para korban, pelaku justru membuat laporan palsu di kepolisian. Dia lapor polisi mengaku kehlangan sejumlah uang.

"Iya (ngakunya) duitnya hilang di rumahnya. Dia bikin laporan di Polres," ungkap Rusit.

Saat diselidiki petugas, H baru mengakui perbuatannya. Dia akhirnya mengaku uang anggota arisannya tidak hilang.

"Kita bawa ke Polres ternyata pas lidik (selidiki) dia ngaku uangnya dia habisin untuk kebutuhan dia tiap hari," sebut Rusit.



Baru kepada petugas H mengakui telah melakukan penipuan kepada anggotanya. Dia menyebut uang anggotanya tidak hilang, namun dipakai untuk kepentingan pribadinya.

Dari pemeriksaan sejauh ini, diperkirakan total kerugian para anggota arisan itu mencapai hingga Rp 1 miliar. H pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

"Di laporan itu saya lihat (kerugian) Rp 950 juta, hampir Rp 1 M. Ini belum dirincikan, ya," pungkas Rusit.

(mea/mea)