Pemkot Larang Pegawai Tinggalkan Semarang di Masa Larangan Mudik

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 23:28 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan Kota Semarang tidak mengenal istilah mudik lokal, atau sama artinya dengan melarang semua aktivitas mudik di wilayah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Ia menekankan aturan tersebut telah final.

Hal ini disampaikan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang dalam menanggapi polemik terkait persepsi seputar mudik lokal di wilayah aglomerasi pada masa lebaran. Ia mengatakan hal ini dilakukan untuk dapat mencegah potensi penularan COVID-19 yang mungkin dapat dibawa oleh pemudik.

"Selama rentang waktu larangan mudik yang ditentukan, dia tetap harus di Semarang. Karena kalau Pemerintah Pusat tanpa pengecualian, Pemerintah Provinsi juga tanpa pengecualian, lalu kalau kita ada pengecualian kan nggak elok," tutur Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

"Kita memperhatikan hal yang lebih besar supaya tidak terjadi sebaran COVID-19 yang lebih meluas karena orang-orang dari luar datang ke wilayah tersebut," tambahnya.

Hendi menegaskan pengetatan ini juga berlaku bagi jajaran Pemkot Semarang. Ia menekankan ASN maupun Non ASN tetap dilarang keluar dari area Kota Semarang, bahkan bagi pegawai yang setiap hari tinggal di luar kota Hendi meminta untuk tinggal sementara di Kota Semarang selama periode mudik.

"Siapapun orang yang bekerja di Pemerintah Kota Semarang selama dilarang mudik dia harus ada di Kota Semarang meskipun dia tinggal di luar," tegasnya.

Selain itu, Hendi pun membahas soal ibadah salat id di hari lebaran nanti. Ia mengimbau agar musala dan masjid untuk menggelar salat id.

"Semua musala dan masjid yang ada di kampung saya minta untuk mengadakan salat id, supaya pilihannya yang dekat itu banyak," ungkapnya.

Hendi berharap pilihan lokasi salat id yang banyak di sekitar tempat tinggal warga akan mencegah potensi kerumunan di satu atau dua titik salat di tempat terbuka.

Lebih lanjut, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji agar tak mengadakan salat di area luas dan terbuka seperti lapangan atau Simpang Lima namun berada di dalam masjid.

Hendi juga mengantisipasi kerumunan saat malam takbiran dengan menegaskan agar warga tidak melakukan aktivitas takbiran keliling. Pasalnya, ia menilai situasi pandemi masih belum pulih. Untuk itu, Hendi meminta agar warga dapat saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain.

"Kalau takbirnya di musala atau masjid ya udah di situ aja tidak usah keliling-keliling," pungkas Hendi.

(akn/ega)