Modus Pemudik agar Lolos Penyekatan di Bekasi: Nyamar Jadi Ojek

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 16:06 WIB
Sampai saat ini jalan alternatif di kawasan BKT Rorotan, Jakarta, masih sepi pemudik. Jalan ini merupakan penghubung ke kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Ilustrasi, pemudik (Pradita Utama/detikcom)
Bekasi -

Banyak cara yang dilakukan pemudik agar lolos dari penyekatan di Bekasi, Jawa Barat. Salah satu yang dilakukan ialah membawa surat dinas yang tidak jelas hingga menyamar jadi ojek.

"Macam modus dia, ada yang bawa surat dari perusahaan, ada yang bawa surat antigen segala macam. Kemarin ada yang dari klinik, antigennya ada di sini kita ada sediakan, kalau lolos tapi alasan-alasan yang jelas. Terus ada orang tua yang sakitlah, yang sekaratlah, ada. Di Karawang ada yang menyamar jadi ojek," kata Kapospam Polres Metro Bekasi AKP Albarzani di Pos Penyekatan Bekasi-Karawang, Jalan Kedung Waringin, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021).

Kapospam Polres Metro Bekasi AKP Albarzani (Azhar Bagas/detikcom)Kapospam Polres Metro Bekasi AKP Albarzani (Azhar Bagas/detikcom)

Selain itu, Albarzani mengatakan ada modus lainnya, yaitu mobil yang pura-pura membawa sayur. Albarzani menduga para pemudik ini mengganti-ganti modus demi lolos dari penyekatan.

"Ada semalam, ada mobil Hardtop kan, tadinya kita cegat, habis itu kita suruh balik, eh yang kedua dia bawa sayur. 'ini nih yang kita tangkap tadi balik lagi', dia modusnya diganti-ganti. Kalau nggak lolos dia biasa, nanti dia bawa sayur bawa kol, barang sekarung gitu," ujarnya.

"(Isi mobilnya) ada empat orang, ada lima orang, ada yang bilang dinas perusahaan. Saya bilang, 'Udah besok saja, jangan malam ini'. Tapi mencurigakan, yang satu KTP Jawa Tengah, yang satu apa," tambahnya.

Sampai saat ini jalan alternatif di kawasan BKT Rorotan, Jakarta, masih sepi pemudik. Jalan ini merupakan penghubung ke kawasan Bekasi, Jawa Barat.Sampai saat ini jalan alternatif di kawasan BKT Rorotan, Jakarta, masih sepi pemudik. Jalan ini merupakan penghubung ke kawasan Bekasi, Jawa Barat. (Pradita Utama/detikcom)

Kebanyakan dari mereka diputar balik karena tidak bisa menunjukkan surat dinas. Sementara itu, Albarzani menemukan kendaraan paling jauh dari Jawa Timur.

"Iya, tapi mereka banyak juga yang nggak menunjukkan surat dinas. Ada yang alasan lupa bawa KTP, misalnya nopolnya E, 'mau ke mana?', 'Mau ke Klari', KTP-nya KTP Pemalang, dah langsung balik," ujarnya.

"Kemarin ada Jawa Timur, coba-coba, paling jauh tuh Jawa Timur," imbuhnya.

Tercatat sebanyak 2.359 kendaraan yang diputar balik oleh polisi di pos penyekatan Jalan Kedung Gede, Bekasi, Jawa Barat. Sehingga sejak semalam pukul 20.00 WIB, Kamis (6/5/2021), hingga pukul 08.00 WIB hari ini (Jumat, 7/5), ada sebanyak 1.318 unit kendaraan roda empat dan 1.041 kendaraan roda dua yang berhasil diputar balik.

"Mulai dari semalam, kita sesuai dengan perintah Bapak Kapolres, ya semua kita balik-balikin aja, baik motor maupun mobil. Kalau semalam itu sampai pagi kendaraan roda empat ya, yang pribadi kita kembalikan 1.318, kalau untuk roda dua 1.041," kata Albarzani.

(isa/isa)