Cari Jalan Alternatif Hindari Penyekatan, Pemudik Gunakan Aplikasi Peta

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 15:35 WIB
Pemudik manfaatkan aplikasi peta untuk menghindari penyekaran
Pemudik manfaatkan aplikasi peta untuk menghindari penyekaran (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

Berbagai cara dilakukan pemudik, untuk mencari jalan menuju kampung halamannya. Salah satunya dengan menggunakan fitur aplikasi peta di ponsel pintar.

Wahyu (30) pemudik asal Karawang yang akan pulang kampung ke Jakarta, sebelum bersiap untuk pulang ke kampung halamannya, ia sempat bercerita kepada detikcom untuk mencari jalan alternatif, yang bebas dari penyekatan.

"Ini saya lagi, nyari jalan mas, yang memang bebas dari penyekatan," kata Wahyu yang seorang barista di sebuah kedai di Karawang, saat diwawancarai, Jum'at (7/5/2021).

Ia berencana akan berangkat besok, jelang sahur tiba."Saya rencana pulang besok mas, pake motor, pas dekat-dekat sahur," ujarnya.

Dalam fitur aplikasi peta, ia akan menghindari jalan yang berwarna merah, yang kemungkinan menurutnya jalan tersebut merupakan jalan yang tengah dilakukan penyekatan.

"Jadi saya akan hindari jalan yang warna merah, yang pastinya di situ lagi ada penyekatan, secara otomatis terjadi kemacetan, di sana," ungkapnya.

Sementara itu, ia akan memilih jalan berwarna biru, yang kemungkinan tidak ada penyekatan."Nah, nanti yang biru itu jadi jalan yang saya pilih," katanya.

Wahyu meyakini, dengan aplikasi petanya, ia mampu melewati berbagai penyekatan, dan bisa pulang ke kampung halamannya tanpa diputar balik.

"Saya yakin, bisa lolos, dan pasti ada jalan alternatif yang tidak terpantau pihak petugas," tandasnya.

Sementara itu, di pos penyekatan Kupoh Karawang, sebagai salah satu jalur alternatif di Desa Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, terpantau sepi pemudik.

Kapos Penyekatan Kupoh, Iptu Sumarno mengatakan, arus pemudik di pos penyekatan Kupoh terpantau sepi pemudik, dikarenakan wilayah ini perbatasan dengan pos penyekatan Kedungwaringin, atau Pasar Bojong, Bekasi.

"Jadi pos ini kemungkinan tidak menjadi prioritas para pemudik, karena pos ini hanya menjaga pemudik dari arah Karawang ke Jakarta, kecuali di pos Kedungwaringin, Bekasi, biasanya menjadi jalur tikus para pemudik dari arah Jakarta, Bekasi menuju Karawang," kata Sumarno saat ditemui di Pos Penyekatan Kupoh.

Dijelaskannya, untuk pos penyekatan Kupoh dijaga bergiliran oleh 26 personil."Ada 12 personil kepolisian, 4 petugas Satpol PP, 3 Damkar, 3 Nakes, 2 Linmas, dan dari jadul, dibuat 2 tim, bergiliran dari jam 8 pagi, sampai jam 8 malam," jelasnya.

Dari pantauan di lokasi, pos penyekatan Kupoh itu berdekatan dengan Pos Penyekatan Kedungwaringin, Bekasi. Dua pos itu menjaga jalur jembatan Bojong yang terkadang menjadi jalur tikus kedua wilayah Karawang-Bekasi.

Data rekapitulasi jumlah kendaraan yang terkena penyekatan dari Satuan Lalulintas Polres Karawang, menyebut, hari ini, pukul 06.00 pagi, berjumlah total 7.601 diputar balik.

Kasatlantas Polres Karawang, AKP Rizky Adi Saputro mengatakan, dari data hari ini, pagi jam 6 pagi, tercatat ada 7.601 kendaraan diputar balik dari semua pos penyekatan yang ada di Karawang.

"Dari 15 titik pos penyekatan, dari kemarin hingga hari ini, jam 6 pagi, total kendaraan yang diputar balik ada 7.601 kendaraan roda dua, dan roda empat," katanya saat dihubungi melalui telepon selular.

(mud/mud)