Sidak di Pasar, Walkot Mojokerto Minta Warga Jaga Protokol Kesehatan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 13:59 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Jelang Lebaran, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Satgas Penanganan COVID-19 dan seluruh Forkompinda melakukan sidak ke sejumlah pusat perbelanjaan. Ia memantau penerapan protokol kesehatan (prokes) sekaligus mencegah terjadinya kerumunan.

Dalam sidak yang dilakukan Kamis (6/5), Ning Ika meminta agar masyarakat tetap patuh terhadap prokes baik di rumah, kantor, maupun pusat perbelanjaan. Hal ini mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

"Kami hari ini melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pusat perbelanjaan. Biasanya, menjelang Lebaran masyarakat berbondong-bondong belanja untuk merayakan di rumah. Saat kami meninjau beberapa lokasi, terdapat satu outlet di mall yang mengabaikan prokes. Ini yang harus diwaspadai, terlebih kondisi saat ini masih pandemi," ujar Ika dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Wanita yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan prokes secara mandiri meski berada di outlet atau toko yang tidak menerapkan prokes secara ketat. Sebab menurutnya kekebalan imunitas secara komunal melalui vaksinasi COVID-19 belum terbentuk sempurna sehingga kewaspadaan masih diperlukan.

Tidak hanya prokes, Ning Ita juga memastikan ketersediaan komoditas baik di pasar tradisional maupun modern. Dia pun menyebut harga komoditas hingga hari raya Idul Fitri dalam kondisi aman.

"Sebelum ke pusat perbelanjaan dan pasar modern, kami meninjau beberapa pedagang di pasar tradisional untuk memastikan harga komoditas. Apakah ada kenaikan atau penurunan. Ternyata, banyak komoditas yang mengalami penurunan. Sedangkan yang naik, hanya satu dua jenis saja. Dan kami memastikan, ketersediaan barang-barang komoditas masih aman sampai lebaran," tuturnya.

Ning Ita mengatakan dirinya beserta jajaran juga mengecek tanggal kadaluarsa dari produk-produk yang dijual. Dia meminta agar produk berlabel halal dan non-halal ditaruh di tempat terpisah. Hal ini demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja.

"Kami pastikan, produk yang masa kadaluarsa tidak ada, kami minta untuk tarik dari etalase," pungkasnya.

Selain itu, dia juga menguji beberapa sampel makanan dan minuman untuk memastikan kualitas serta menjamin produk tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya, seperti boraks dan formalin. Uji sampel makanan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, di pasar tradisional, pasar modern dan mini swalayan. Hasilnya diperoleh produk-produk yang dijual aman untuk dikonsumsi serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

(prf/ega)