Setelah Lebaran, Restoran di DKI Kembali Buka hingga Pukul 21.00 WIB

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 12:55 WIB
Poster
Ilustrasi restoran buka saat masa pandemi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta kembali melakukan perubahan atas pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di sektor usaha pariwisata. Nantinya kegiatan operasional restoran dan rumah makan hanya sampai pukul 21.00 WIB setelah Ramadhan.

Keputusan ini tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Gumilar Ekalaya. Semula selama bulan suci Ramadhan kegiatan operasional restoran buka sampai pukul 22.30 WIB, dan dapat beroperasi kembali pada pukul 02.00-04.30 WIB untuk melayani kebutuhan sahur. Namun, setelah Lebaran, kegiatan operasional restoran dan rumah makan hanya sampai pukul 21.00 WIB.

"Pasca-bulan suci Ramadhan sampai pukul 21.00 WIB," demikian surat resmi Disparekraf seperti dilihat detikcom, Jumat (7/5/2021).

Sementara itu, Disparekraf masih membatasi kapasitas pengunjung restoran atau rumah makan maksimal 50 persen dan melarang digelarnya pertunjukan musik hidup dan disk jockey (DJ). Disparekraf juga meminta bar dan rumah minum ditutup.

Selain itu, Disparekraf memastikan kawasan pariwisata, taman rekreasi, wisata tirta dan waterpark tetap beroperasi dengan pembatasan selama periode perpanjangan PPKM mikro pada 4-17 Mei 2021. Kendati demikian, Disparekraf belum memutuskan apakah pariwisata akan dibuka di masa libur hari raya Idul Fitri mendatang.

"Khusus penyelenggaraan usaha kawasan pariwisata/taman rekreasi, wisata tirta dan waterpark pada masa libur hari raya lebaran sebagaimana dimaksud dalam dictum kedua akan ditentukan kemudian," jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengizinkan restoran dan rumah makan buka sampai pukul 22.30 WIB untuk dine-in.

"Dine-in sampai pukul 22.30 WIB dan dapat beroperasi pada 02.00-04.30 WIB untuk melayani kebutuhan sahur," demikian surat resmi Disparekraf seperti dilihat Senin (12/4/2021).

Dalam aturan terbaru ini juga disebutkan bahwa restoran boleh dibuka lagi pukul 02.00 WIB sampai pukul 04.30 WIB untuk melayani kebutuhan sahur. Lalu untuk pelayanan take away menyesuaikan jam operasional. Meski restoran jam bukanya diperpanjang, kegiatan live music tetap dilarang.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan tempat wisata di Ibu Kota tetap dibuka selama larangan mudik 2021. Namun Pemprov DKI tengah mengkaji penutupan selama hari raya Idul Fitri pada 12-14 Mei mendatang sesuai permintaan Polda Metro Jaya.

"Waktu itu di Polda dalam rangka meminimalkan, mencegah terjadinya penyebaran COVID di masa libur hari raya. Kebetulan tempat wisata jadi sasaran utama masyarakat untuk berliburan. Terlebih sekarang kan nggak boleh pulang, dikhawatirkan terjadinya kerumunan terutama di tempat-tempat wisata, maka pihak Polda menginginkan agar tempat wisata ditutup," kata Plt Kabid Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Dedi Sumardi saat dihubungi, Kamis (6/5/2021).

Dedi menyatakan keputusan tetap membuka tempat wisata selama pemberlakuan larangan mudik sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 558 Tahun 2021 terkait Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 27 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT. Pemprov DKI mengizinkan tempat wisata buka selama larangan mudik dengan kapasitas 50 persen.

Simak video 'Anies Minta Warga Tak Terpusat Belanja di Pasar Tanah Abang':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)