Ini Sosok di Belakang Bisnis 'Kelas Orgasme' di Bali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 11:59 WIB
Penawaran kegiatan kelas orgasme di Bali kembali bikin heboh. Ini sosok pria di belakang bisnis kelas orgasme tersebut. (dok Istimewa)
Foto: Penawaran kegiatan 'kelas orgasme' di Bali kembali bikin heboh. Ini sosok pria di belakang bisnis 'kelas orgasme' tersebut. (dok Istimewa)
Jakarta -

Penawaran kegiatan 'kelas orgasme' di Bali kembali bikin heboh. Otoritas di Bali sudah turun tangan menelusuri rencana bisnis 'kelas orgasme' tersebut.

Informasi 'kelas orgasme' ber-tagline 'Tantric Full Body Orgasm' ini awalnya ditawarkan lewat situs eventbrite.com. Namun situs tersebut sudah tidak dapat lagi diakses.

Pada Kamis (6/5), situs tersebut masih dapat diakses. Dari situs tersebut, disambungkan ke situs dan akun media sosial Intimacy Unleashed.

Di situs tersebut dicantumkan salah satu akun medsos ialah @intimacyunleashed. Di akun Instagram @intimacyunleashed tampak ada sosok pria warga negara asing (WNA) yang menjadi pengelola akun tersebut.

Namun situs dan akun-akun tersebut juga sudah tidak dapat diakses lagi.

'Kelas orgasme' ini menawarkan harga sebesar 20 euro dan bakal dilaksanakan pada Sabtu (8/5) dari pukul 10.00-18.00 Wita. Dari informasi yang beredar, acara itu bakal dilaksanakan di Karma House Tattoos, tepatnya di Jalan Penestanan Nomor 8 Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Dalam penawaran yang ditulis melalui situs tersebut, 'kelas orgasme' ini juga bakal dibuatkan video. Video yang dibuat akan digunakan untuk memasarkan acara tersebut di Eropa.

Polisi telah mengecek tempat yang disebut bakal menjadi lokasi acara 'kelas orgasme' tersebut. Saat dicek, lokasi tersebut ternyata telah tutup sejak masa pandemi COVID-19 dan saat ini sedang direnovasi.

"Yang di lokasinya itu sudah tutup sejak pandemi COVID-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renovasi juga, jadi tidak ada buka. Itu hasil pengecekan (dan) koordinasi dengan owner-nyalah," kata Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana saat dihubungi detikcom, Kamis (6/5).

Adnyana menuturkan owner dari Karma House Tattoos sempat menyampaikan bahwa lokasinya memang pernah diminta untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan 'kelas orgasme' tersebut. Namun permintaan itu sudah sekitar dua tahun yang lalu.

"Namun yang bersangkutan menolak karena tidak sesuai dengan adat maupun kebudayaan di Bali. Kemudian dari hasil juga dengan kelian adat di sana juga tidak ada (penyelenggaraan tersebut). Kemudian di lokasi tersebut hubungan dengan desa adat juga bagus," kata Adnyana.

Hari ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali memanggil penyelenggara dan sponsor acara kelas orgasme di Ubud. Kemenkumham Bali akan memeriksa penyelenggara dan sponsor terkait acara kelas orgasme.

"Yang bersangkutan juga rencananya kami panggil hari ini, tanggal 7 ini, nanti mudah-mudahan yang bersangkutan segera datang bersama sponsornya," kata Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dalam keterangannya, Jumat (7/5).

Namun Jamaruli tak menyebutkan identitas pihak penyelenggara dan sponsor acara tersebut. Dia hanya menegaskan akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah penyelenggaraan dan sponsor tersebut datang ke Kanwil Kemenkumham Bali.

"Nanti akan kami berikan klarifikasi lebih jauh dari hasil pemeriksaan atau dimintain keterangan kepada yang bersangkutan," kata dia.

"Pelaksanaan kegiatan tersebut seharusnya dilaksanakan besok hari tanggal 8 Mei, tapi karena sudah dikatakan ditutup ya sudah berarti iklan tersebut sudah tidak benar," tambah Jamaruli.

(jbr/tor)