ADVERTISEMENT

Round-Up

Seribuan Mobil Diputar Balik di Hari Pertama Larangan Mudik

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 04:27 WIB
Penyekatan Kendaraan di Tol Cikarang.
Foto: Pos penyekatan di Tol Cikarang Barat (Farih/detikcom)

400 Mobil Mau ke Palembang Diputar Balik

Ratusan kendaraan diputar balik aparat karena tidak dilengkapi surat-surat bukti rapid test antigen dan berdomisili di luar daerah Palembang. Dua warga negara asing (WNA) pun tak luput dalam pemeriksaan tersebut.

Pantauan detikcom, Kamis (6/5/2021), terlihat ratusan kendaraan roda empat berasal dari arah Ogan Ilir hendak Palembang diputar balik di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Indralaya karena tidak memiliki dokumen sebagai syarat untuk melintas.

Penyekatan di Kertapati, Palembang, itu sudah dimulai sejak pukul 00.00 WIB dini hari tadi. Ada banyak kendaraan roda empat yang berputar balik karena tidak memiliki dokumen sebagai syarat diperbolehkan melintas.

"Penyekatan yang kita mulai dari dini hari tadi yang kita lakukan sesuai dengan standar SOP dan kita fokuskan bagi pengendara yang tidak memiliki dokumen seperti surat izin melintas dan surat rapid test atau antigen," kata Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Irwan Sidik, ketika ditemui detikcom di lokasi penyekatan.

"Ada sekitar 400 mobil dan 100 unit sepeda motor yang tidak memiliki dokumen sehingga kita meminta mereka untuk memutar balik ke daerah asal mereka," imbuhnya

Dia menuturkan kendaraan yang terjaring di pos penyekatan berasal dari kabupaten/kota yang ada di Sumsel, tapi bukan dari Palembang.

"Mereka bukan dari Palembang dan tidak memiliki izin sehingga kita menyuruh mereka memutar balik ke daerah asalnya," ujarnya.

Sementara itu, dalam penyekatan tersebut, sepasang WNA tidak luput dari pos penyekatan dan pemeriksaan.

"Ada dua orang WNA asal Rusia yang rapid test-nya sudah tidak berlaku sehingga dilakukan rapid test antigen ulang dan hasilnya negatif, sedangkan untuk dokumen pendukung mereka sudah lengkap untuk melintasi wilayah Palembang. Keduanya dari Bali hendak ke Mentawai dengan menumpang satu unit minibus," jelasnya.

"Kita memastikan bagi warga yang melintasi wilayah Palembang akan diperiksa dan bila memenuhi persyaratan akan dibolehkan lewat dan jika tidak mereka kita suruh putar balik," tutupnya.

Sementara itu, Heru, warga Palembang yang kebetulan usai mengambil barang dari Indralaya Ogan Ilir, mengatakan ia tidak kaget adanya pemeriksaan. Dia sudah mempersiapkan berkas persyaratan agar boleh melintas.

"Saya tidak kaget karena kan sudah lama diberitakan kalau hari ini penyekatan sudah dimulai. Makanya saya sudah siapkan keterangan antigen dan surat tugas dari kantor hingga kelengkapan kendaraan," jelas Heru.

Sanksi Bagi Pemudik yang Tetap Nekat

Pemerintah sendiri telah melarang mudik karena dikhawatirkan semakin meluasnya penyebaran COVID-19. Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan siapapun yang melanggar aturan larangan mudik akan diberikan sanksi.

"Terdapat beberapa sanksi yang akan dijatuhkan bagi masyarakat yang masih nekat untuk melakukan perjalanan tanpa surat hasil negatif COVID-19 maupun surat izin pelaku perjalanan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (6/5/2021)

Wiku menjelaskan bagi penyedia jasa transportasi yang tetap nekat mengangkut pemudik, kendaraannya akan disita oleh polisi sampai periode larangan mudik selesai, yakni 17 Mei 2021.

"Penyitaan kendaraan oleh Polri dan pemberian sanksi denda bagi penggunaan mobil angkutan barang untuk mudik," tegas Wiku.

"Dikeluarkan dari jadwal pelayanan dan dilarang beroperasi selama periode Idul Fitri bagi perusahaan angkutan umum dan Badan Usaha ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) yang melanggar peraturan arus transportasi yang mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021," jelasnya.

Kemudian, kata Wiku, warga yang ketahuan melakukan perjalanan mudik akan diberikan sanksi berupa diputar balik atau dikembalikan ke wilayah asal perjalanan bagi yang menggunakan jasa transportasi.

"Untuk penumpang akan diberikan sanksi berupa pengembalian ke wilayah asal perjalanan. Bagi siapa pun yang berani melanggar kebijakan ini, maka harus siap dengan konsekuensinya," tuturnya.


(yld/man)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT