Mereka yang Jadi 'Duta' Usai Bikin Perkara

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 16:18 WIB
Kini, Roni memasangkan masker ke Nawir sebagai simbol keduanya telah berdamai.
Pemuda yang buka paksa masker jemaah masjid di Bekasi jadi duta masker. (Isal/detikcom)
Jakarta -

Putu Aribawa, pria yang membodohkan pengunjung mal bermasker, menjadi duta masker atas kasus yang dibuatnya. Pemotor freestyle di Bintaro juga menjadi duta keselamatan lalu lintas. Berikut ini daftar mereka yang menjadi duta usai membuat perkara.

1. Antimasker di Surabaya Jadi Duta masker

Aksi Putu Aribawa viral di media sosial lantaran mengumpat pengunjung mal di Surabaya. Polisi kemudian mengamankan Putu.

Dalam video viral berdurasi 35 detik itu, tampak Putu yang memakai kacamata sedang menggendong anaknya. Sambil merekam, ia mengumpat pengunjung mal yang menggunakan masker.

"Gak pakai masker ya dik ya, orang-orang tolol ini lihat. Kenapa Anda tolol sekali," ujar pria tersebut dalam video yang dilihat detikcom, Senin (3/5/2021).

"Wong goblok (orang bodoh). Akeh wong goblok gawe masker (banyak orang bodoh pakai masker). Wong congok-congok, goblok (orang bodoh-bodoh, goblok)," lanjutnya.

Video tersebut juga diberi narasi 'Banyak orang tolol pakai masker 🤣 blok goblok!'. Lalu 'Fungsi masker anda apa cok? Lek wedi virus bangun bungker blok ojok nang mall'.

Polisi kemudian menangkap Putu dan menyerahkan pelaku ke Satgas COVID-19 Kota Surabaya. Atas perbuatannya, pelaku diberi saksi sosial.

"Diberi sanksi kerja sosial, membersihkan sampah, ngepel (membersihkan lantai), memandikan terus memberikan makanan terus memakaikan baju (ODGJ) selama 1x12 jam, karena di SOP kita 1x24 jam," kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto, Rabu (5/5).

Tak hanya mendapatkan sanksi, Putu juga diganjar dengan tugas tambahan. Yaitu dia dipercaya sebagai duta protokol kesehatan.

"Iya, nanti mereka kita jadikan duta protokol kesehatan. Jadi tugasnya dia harus mensosialisasikan terkait dengan protokol kesehatan, iya selamanya. Sewaktu-waktu mereka diperlukan mereka harus hadir," ungkap Eddy.

Jika yang bersangkutan kembali terjaring tidak menggunakan masker, maka sanksi yang akan diterima lebih berat. Tak hanya denda. Sanksi kerja sosial selama 7 hari hingga satu bulan sudah disiapkan.

"Iya sanksinya lebih berat. Mungkin kerja sosial 7 hari atau mungkin satu bulan," imbuh Eddy.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3