Pencarian Shabu di Gudang Sucofindo Nihil

Pencarian Shabu di Gudang Sucofindo Nihil

- detikNews
Jumat, 10 Mar 2006 07:17 WIB
Jakarta - Pencarian shabu-shabu di gudang PT Sucofindo, Jalan Pluit Raya, Jakarta Utara tidak membuahkan hasil. Dari 540 dus marmer yang diperiksa tidak satu pun terdapat paket shabu. Marmer-marmer yang diduga berisi shabu itu berasal dari Cina."Sudah kami periksa ternayata tidak ditemukan paket shabu," kata Direktur Narkoba Polda Metrojaya Kombes Pol Carlo Tewu kepada detikcom, Jumat (10/3/2006).Shabu-shabu ini diselundupkan dengan mengunakan marmer. 4 Marmer ditumpuk lalu pada bagian tengahnya dibuat lubang berbentuk persegi empat. Kemudian para pengedar memasukan shabu yang telah diplastikkan seberat 2 kilogram ke dalam lubang tersebut. Lalu lubang itu ditutup dengan mengunakan marmer pada bagian atas dan bawahnya. Setelah itu dimasukan ke dalam kardus.Pemeriksaan terhadap marmer-marmer itu dilakukan pada 7 Maret 2006 yang lalu, petugas memeriksa satu persatu tumpukan marmer yang berisi 540 dus marmer.Shabu-shabu itu dikirim dari Cina, lalu dikapalkan dengan mengunakan kapal kecil menuju Hong Kong dan saat sampai Hong Kong barang haram itu dipindahkan ke kapal yang lebih besar bernama Unicorn.Kapal itu berlayar menuju Semarang pada 7 Januari 2006. Lalu kapal Unicorn berlabuh di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang pada 16 Jahuari 2006. Lalu barang itu dibawa dengan menggunakan truk ke gudang di daerah Semper dan ahirnya dibawa menuju gudang Sucofindo.Polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap Liang Qianjun dan Ou Yongdiang. 2 Warga Cina yang ditangkap terkait kasus tersebut ternyata pernah beberapa kali singah ke Indonesia. Ini memunculkan dugaan barang haram ini sebelumnya pernah mampir di Indonesia."Dari paspornya memang mereka pernah beberapa kali ke Indonesia dan kami masih menyelidiki apakah kiriman marmer berisi shabu ini sebelumnya pernah dikirim ke Indonesia," kata CarloPenggeledahan gudang ini adalah hasil pengembangan penangkapan shabu-shabu seberat 200 Kg yang telah diungkap polda pada 2 Februari 2006 yang lalu. Pada penangkapan bulan Februari tersebut Polda dapat mengamankan Jekly alias Chece (38) dan dua warga Cina, Liang Qianjun, yang memegang paspor 440105660113361 dan Ou Yongdiang dengan paspor 151124612.Sedangkan salah seorang anggota sindikat Iskandar tewas terjun dari lantai 16 Apartemen Menara Pluit ketika polisi melakukan pengeledahan apartemen tesebut. (nal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads