400 Pemudik Tiba di Kebumen, Semuanya Nonreaktif COVID-19

Rinto Heksantoro - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 11:47 WIB
Salah satu kantor PO bus di Makassar dipadati pemudik jelang larangan mudik (Hermawan/detikcom).
Ilustrasi. Foto: (Hermawan/detikcom).
Kebumen -

Pemerintah pusat secara resmi telah mengeluarkan aturan larangan mudik yang berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Meski begitu, tak sedikit warga yang merantau telah kembali ke kampung halaman lebih awal sehingga harus menjalani rapid test antigen.

Pemerintah Kabupaten Kebumen mencatat sudah ada sekitar 400 lebih pemudik yang telah tiba di Kebumen selama bulan Ramadhan 1442 H ini. Mereka pun telah menjalani rapid test antigen dan hasilnya semua dinyatakan nonreaktif.

Hal itu diungkapkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, usai menggelar Salat Tarawih dan Silaturahim di Masjid Nur Hidayatul Hkimah Desa Kalisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Rabu (5/5) malam. Hadir mendampingi Bupati, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, PLT Asisten 1 Setda Edi Riyanto beserta OPD terkait. Forkopimcam dan Pemerintah Desa setempat.

"Semua pemudik yang tiba di Kebumen kita minta semua untuk dilakukan rapid test antigen. Alhamdulillah semua sudah rapid, hasilnya non reaktif. Jumlah total pemudik ada 400 orang," kata Arif.

Diketahui, larangan mudik sudah berlaku dari 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Ia meminta masyarakat untuk patuh terhadap aturan pemerintah agar tidak mudik pada lebaran tahun ini. Bagi warga Kebumen yang telah mudik, selain menjalani rapid test antigen juga wajib isolasi mandiri selama empat hari.

"Kita berharap tidak ada lagi warga yang mudik sesuai larangan pemerintah, di tanggal waktu yang sudah ditetapkan. Jika yang sudah mudik, harus isolasi empat hari di rumah," jelasnya.

Tidak hanya itu, Arif juga meminta seluruh desa-desa di Kebumen untuk kembali mengaktifkan posko satgas COVID-19. Posko ini penting untuk melakukan pendataan dan pengawasan kepada siapapun warga masyarakat yang telah mudik.

"Seperti di Kalisari, Rowokele tadi saya lihat warga sudah mendirikan posko COVID. Ini bagus sekali untuk melakukan pemantauan, pendataan dan pengawasan tentang siapa dan berapa warga kita yang mudik, untuk selanjutnya agar bisa diarahkan agar taat atutan," tandasnya.

(prf/ega)