TNI Akan Kawal Pembangunan 5.000 BTS di Papua dan Natuna

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 00:52 WIB
Teknisi sedang melakukan perawatan perangkat BTS 4G di atas menara di kota Bogor, Jawa Barat Jumat (13/3/2015). Saat ini XL terus Memperluas layanan 4G ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia  termasuk di luar jawa. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi menara Base Transceiver Statio (Rachman Haryanto).
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Infomrasi (Menkominfo) Johnny G Plate di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur. Keduanya berbicara soal pembangunan 5.000Base Transceiver Station(BTS) di wilayah Papua.

Dalam pertemuan itu, Panglima TNI didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, dan Waasintel Panglima TNI Laksma TNI I Putu Arya Angga. S. Sementara itu, Menkominfo didampingi oleh Deddi Permadi (Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik), Ahmad Ramli (Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika), Anang Achmad Latif (Dirut Badan Aksesibilitas Layanan Telekomunikasi & Informasi), Samuel A. Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika).

Kepada Panglima TNI, Menkominfo Johnny G Plate menyampaikan rencana pembangunan 5000 BTS di wilayah Papua dan Natuna oleh Kominfo. BTS tersebut akan di buat di area yang tidak dimasuki operator seluler, seperti daerah tertinggal, terdepan, dan terluar

"Pembangunan 5000 BTS tersebut dilakukan untuk pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana untuk membangun BTS secara masif diseluruh wilayah Indonesia, khususnya diwilayah terpencil dan terluar," ujar Johnny, dalam keterangan dari Puspen TNI, Rabu (5/5/2021).

Johnny menyampaikan, Kominfo menggandeng TNI untuk mengamankan pembangunan infrastruktur digital tersebut. Sehingga, proyek pembangunan bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan.

"Hal tersebut untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama proses pembangunan BTS di wilayah Papua, mulai dari pengiriman logistik dan bahan yang akan digunakan dalam membangun BTS," ungkapnya.

Panglima TNI menyambut baik rencana kerja sama antara TNI dan Kominfo.TNI akan mendukung penuh rencana pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh Kemenkominfo.

"Hal ini merupakan program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan pembangunan konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Nusantara," ujarnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa TNI akan membantu keamanan selama dan sesudah pembangunan BTS didaerah terpencil di seluruh wilayah NKRI. Pengamanan tersebut menjadi penting dilakukan untuk mempercepat proses peningkatan fasilitas dan kemampuan dibidang teknologi informasi diberbagi sektor.

"Pembangunan infrastruktur digital oleh Kementerian Kominfo merupakan program strategis yang harus didukung untuk pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya pemerataan akses internet, maka dapat mendukung sistem pertahanan negara dan mempermudahpelaksanaan tugas pokok TNI," katanya.

(aik/aik)