Ditilang, Jenderal Kekaisaran Sunda Terancam 2 Bulan Bui-Denda Rp 500 Ribu

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 22:46 WIB
Kendaraan Mitsubishi Pajero bernomor polisi SN-45-RSD yang dikendarai oleh pria bernama Rusdi Karepesina (55) di Tol Cawang. Pria tersebut mengaku sebagai Jenderal Muda di Negara Kekaisaran Sunda Nusantara (Dok Polda Metro Jaya)
Kendaraan Mitsubishi Pajero bernomor polisi SN-45-RSD yang dikendarai oleh pria bernama Rusdi Karepesina (55) di Tol Cawang. Pria tersebut mengaku sebagai Jenderal Muda di 'Negara Kekaisaran Sunda Nusantara'. (Dok Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Rusdi Karepesina (55), pengemudi Pajero Sport yang mengaku sebagai jenderal dari Kekaisaran Sunda Nusantara, ditilang polisi di Jalan Tol Cawang siang tadi. Sejumlah pasal dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 diketahui telah dilanggar oleh Rusdi.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan setidaknya ada dua pasal yang dilanggar oleh Rusdi. Pasal itu salah satunya soal pelanggaran nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan.

"(Mobil) dia tidak mengenakan tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dikeluarkan Polri yaitu pada Pasal 280 UULAJ," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Pelat kendaraan mobil Rusdi diketahui berwarna biru dengan nomor polisi SN-45-RSD. Padahal warna dan nomor pelat seperti itu tidak pernah dikeluarkan oleh polisi.

Selain itu, Rusdi dijerat dengan Pasal 288 UULAJ. Pasal itu mengatur kepemilikan surat-surat keterangan kendaraan yang sah.

Saat ditilang, Rusdi diketahui tidak menunjukkan STNK dan SIM yang sesuai aturan. Dia justru mengeluarkan 'SIM' dan 'STNK' yang dikeluarkan dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

"Ketika ditanya STNK malah dia menunjukkan STNK dari Kekaisaran Sunda sehingga tidak dapat menunjukkan STNK yang sah yang dikeluarkan Polri," ungkap Sambodo.

"Kedua-duanya (Pasal 280 dan 288 UULAJ yang dilanggar Rusdi) dengan ancaman 2 bulan penjara dan denda Rp 500 ribu," sambung Sambodo.

Selain pelanggaran lalu lintas, polisi kini masih menggali indikasi adanya pasal pidana yang turut dilanggar oleh Rusdi. Pasal pidana itu merujuk pada kepemilikan surat-surat yang diakuinya dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

Asal usul Kekaisaran Sunda Nusantara tersebut pun kini tengah didalami polisi. Polisi lewat Subdit Kamneg (Keamanan Negara) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kini tengah menggali asal usul Kekaisaran Sunda Nusantara.

(ygs/knv)