Berpotensi Makar, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara Harus Diusut!

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 16:01 WIB

Senada, anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Dimyati Natakusumah meminta Negara Kekaisaran Sunda Nusantara diusut. Dia yakin ada pidana dalam kasus ini.

"Itu sama saja itu negara dalam negara, kita kan NKRI, jelas itu nggak, pidanalah itu, harus pidana. Karena terkait dengan UU Kewarganegaraan, UU Penduduk, UU Lalu Lintas pelanggarannya," ucapnya.

Dimyati menyebut kasus ini bentuk orang yang tidak mencintai negara dan bangsanya sendiri. Dia ingin kasus Negara Kekaisaran Sunda Nusantara jadi perhatian semua orang.

"Jangan sampai orang ingin merdeka, ingin membuat negara sendiri. Itulah harus, sekarang ini pemerintah eksekutif dan legislatif harus kerja keras terhadap hal-hal seperti ini, jangan sampai terjadi banyak WNI atau masyarakat yang merasa, tidak merasa adanya pemerintah, tidak merasa adanya pelayanan dan lain sebagainya," kata Dimyati.

"Ini harus memang jadi perhatian kita, ini kritiklah, kalau ada hal-hal begini harus dimasukkan dalam sebuah, pidananya diusut. Kita harus introspeksi terhadap hal-hal kejadian begini, apa yang harus dilakukan oleh elite-elite pemimpin, terutama eksekutif dan legislatif wabilkhusus pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pengemudi bernama Rusdi Karepesina (55) ini diketahui merupakan warga kelahiran Ambon. Rusdi Karepesina disetop polisi saat melintas di Tol Cawang menuju Bogor pukul 11.00 WIB tadi.

Kasat Patroli Jalan Raya Kompol Akmal mengatakan pihaknya memberhentikan mobil pelaku karena melihat nomor kendaraan tidak sesuai aturan yang berlaku.

"Nomor polisinya nggak sesuai aturan," kata Akmal saat dimintai konfirmasi, Rabu (5/5/2021).

Polisi tidak menemukan surat kendaraan resmi dari pelaku. Akmal mengatakan, saat diperiksa, Rusdi mengaku sebagai warga Kekaisaran Sunda Nusantara.

"Surat kendaraan (resmi) nggak ada. Cuma bawa STNK/SIM terbitan 'Negara Kekaisaran Sunda Nusantara," ungkap Akmal.

Halaman

(gbr/tor)