Budiman Sudjatmiko Dukung Jokowi Pilih Megawati Ketua Dewan Pengarah BRIN

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 15:25 WIB
Budiman Sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Keputusan itu menurut Budiman tepat dan cerdas.

"Saya Budiman Sudjatmiko sangat mendukung keputusan Presiden Jokowi dalam pembentukan BRIN dan pemilihan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN," kata Budiman dalam keterangan tertulis seperti dikutip, Rabu (5/5/2021).

Terpilihnya Megawati menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN merupakan ex-officio Dewan Pengarah BPIP. Keputusan Jokowi, kata Budiman, memperkuat ekosistem inovasi di Indonesia.

"Pemilihan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN adalah keputusan yang tepat dan cerdas, karena semakin memperkuat pondasi sosial politik sebagai salah satu faktor pendukung pengembangan riset dan ekosistem inovasi yang unggul," kata penggagas Bukit Algoritman ini.

Megawati, menurut Budiman, selama ini sangat peduli mendorong alokasi dana riset hingga 5% dari APBN. Kepedulian Megawati itu, kata Budiman, merupakan bentuk dukungan yang konkret untuk pengembangan riset dan inovasi nasional.

Lebih jauh, politikus PDIP ini berusaha menepis pesimisme terhadap BRIN akibat rasa rendah diri. Sebab, sejarah Nusantara, kata Budiman, sesungguhnya kaya akan teknologi dan inovasi yang dikagumi dunia.

"Sumber daya manusia Indonesia sesungguhnya pula memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Banyak anak bangsa yang berkiprah di bidang riset dan pengembangan teknologi yang dijadikan andalan oleh berbagai lembaga riset tingkat dunia," kata Budiman.

"Dengan sejarah dan potensi tersebut, Indonesia tinggal menyelaraskan gerak antara pemerintah, kekuatan sosial politik, serta semangat rakyat, untuk bersama-sama membangun kecerdasan kolektif bangsa," pungkas Budiman.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2