Kerumunan Tanah Abang-Konser, Doni Singgung 40 Juta Warga Tak Percaya COVID

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 14:55 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo
Doni Monardo (Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, menanggapi kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang hingga konser musik di Cibis Park, Jakarta Selatan. Salah satu alasan kerumunan terjadi adalah masih ada warga yang tidak percaya adanya virus Corona.

"Memang ada persoalan yang kita hadapi karena hasil survei yang dilakukan BPS pada tahun lalu masih ada 17% warga negara kita nggak percaya COVID-19 ini masalah. 17% dari 270 juta warga negara kita itu 40-an juta orang yang tidak percaya COVID, padahal COVID ini sudah membunuh jutaan orang di seluruh dunia dan negara kita sudah sangat banyak jadi korban," kata Doni saat menjawab pertanyaan terkait kerumunan di Tanah Abang dan konser musik di Pasar Minggu dalam siaran YouTube Forum Merdeka Barat 9, Rabu (5/5/2021).

Doni mengatakan bahwa telah banyak pengetahuan bahwa COVID-19 itu nyata namun golongan itu tetap tak percaya. Doni menekankan COVID bisa menyerang siapa saja, bahkan mengakibatkan meninggal dunia.

"Jadi ini masalah pengetahuan, masalah juga keyakinan walaupun sudah berulang kali disampaikan tetap saja nggak percaya COVID itu ada. Bahwa COVID ini adalah konspirasi, COVID rekayasa, COVID itu tidak membahayakan. Padahal faktanya COVID bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Hanya yang kita ketahui selama ini kalau yang diserang itu kelompok muda usia di bawah 46 tahun mereka rata-rata tanpa gejala, tetapi mereka ini bisa menulari yang lain," kata Doni.

"Nah kalau yang lain ini adalah kelompok rentan yang usianya di atas 47 tahun ada komorbid maka risikonya sangat tinggi sangat fatal, apalagi yang di atas 60 tahun dan punya komorbid. Persentase kematian mereka yang terpapar COVID lantas meninggal dunia itu 85 persen usia di atas 47 tahun," tutur Doni.

Doni mengajak agar masyarakat saling mengingatkan soal bahaya COVID-19. Dia menekankan penanganan pandemi Corona harus dilakukan bersama-sama.

"Jadi mohon sekali lagi ini adalah sebuah... harus ada upaya bersama dari seluruh pihak, jangan lelah untuk mengingatkan seluruh orang agar betul-betul disiplin, karena disiplin diri sendiri saja tidak cukup, disiplin ini harus komunal, harus kolektif," jelas Doni.

Selanjutnya
Halaman
1 2