H-1 Larangan Mudik, Terminal Merak Sepi Penumpang Siang Ini

M Iqbal - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 13:13 WIB
Terminal Terpadu Merak kondisinya sepi sehari jelang larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei (M Iqbal/detikcom)
Terminal Terpadu Merak kondisinya sepi sehari jelang larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Terminal Terpadu Merak kondisinya sepi sehari jelang larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei. Hanya terlihat beberapa penumpang yang turun dari bus.

Pantauan detikcom, Rabu (5/5/2021), bus yang cukup ramai membawa penumpang ialah rute Kalideres-Merak. Pemudik dari bus asal Jakarta itu tampak terisi oleh pemudik yang hendak ke Sumatera via Pelabuhan Merak.

Bus lain, seperti rute Bandung-Merak, Tanjung Priok-Merak, dan Bogor-Merak, hanya beberapa penumpang yang turun di terminal. Tak tampak keramaian di Terminal Merak meski tiap 15 sekali bus masuk terminal.

Bus-bus terlihat terparkir setelah menjalankan tugasnya menurunkan penumpang di terminal. Beberapa awak bus juga terlihat membersihkan kendaraan mereka di dalam terminal.

Pada H-1 larangan mudik, beberapa dari penumpang yang turun di Terminal Merak merupakan warga dalam provinsi seperti Serang dan Tangerang. Mereka memilih mudik pada H-1 pemberlakuan larangan mudik karena tujuannya dekat.

"Dari pagi memang sepi, kalau yang sekarang biasanya yang dari sekitar sini doang kayak Serang, Tangerang, gitu gitu," kata salah seorang petugas Terminal Merak, Mulyadi.

Keramaian di Terminal Merak sudah terjadi sejak 3 hari lalu. Namun ramainya tak seperti tahun lalu saat larangan mudik juga berlaku.

"Nggak rame kayak tahun lalu, kemaren-kemaren sih sempet rame," ujarnya.

Situasi berbeda pada dini hari tadi, penumpang pejalan kaki memadati sejumlah loket penjualan tiket di Pelabuhan Merak. Mereka hendak menyeberang sebelum kebijakan larangan mudik diberlakukan.

"Kami terpaksa mengantre untuk membeli tiket kapal," kata seorang pemudik, Suyadi, di Pelabuhan Merak, seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/5).

Meski harus mengantre, pembelian tiket berjalan lancar karena petugas membuka enam loket untuk melayani para pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera itu. Warga rela mengantre agar bisa pulang kampung.

(jbr/jbr)