Surat Al Anfal: Jumlah Ayat dan Isi Kandungannya

Kristina - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:58 WIB
Muslim woman reading from the quran stock photo
Surat Al Anfal: Jumlah Ayat dan Isi Kandungannya (Foto: Getty Images/iStockphoto/evrim ertik)
Jakarta -

Surat Al Anfal merupakan surat ke-8 dalam Al Quran. Surat ini diturunkan di kota Madinah dan tergolong ke dalam surat Madaniyyah.

Asbabun nuzul surat Al Anfal di awali dengan adanya Perang Badar pada tahun ke-2 Hijriyah. Dijelaskan dalam tafsir Kemenag pada ayat pertama surat ini, kaum mukmin berhasil meraih kemenangan yang gemilang ketika terjadi Perang Badar besar antara kaum mukmin dan pasukan musyrik.

Harta rampasan yang diperoleh cukup melimpah. Hal tersebut menimbulkan perselisihan di antara orang mukmin terkait pembagian harta rampasan. Para sahabat kemudian menanyakan kepada nabi SAW. Lalu, berkatalah nabi SAW bahwa harta rampasan adalah milik Allah dan Rasul, maka dari itu Rasul akan membagikannya berdasarkan ketentuan Allah.

Sebagaimana diterangkan dalam ayat pertama surat Al Anfal yang berbunyi:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُوا۟ ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Arab-latin: yas`alụnaka 'anil-anfāl, qulil-anfālu lillāhi war-rasụl, fattaqullāha wa aṣliḥụ żāta bainikum wa aṭī'ullāha wa rasụlahū ing kuntum mu`minīn

Artinya:" Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman". (Q.S Al Anfal: 1)

Turunnya ayat tersebut menjadi pemutus perkara atas perselisihan pembagian harta rampasan perang yang terjadi di antara kaum mukmin. Sehingga surat ini dinamakan sebagai Al Anfal atau Harta Rampasan Perang.

Ketentuan mengenai pembagian harta rampasan perang dan sebab diturunkannya ayat pertama surat Al Anfal juga diriwayatkan dalam hadits shahih Muslim,

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَخَذَ أَبِي مِنْ الْخُمْسِ سَيْفًا فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَبْ لِي هَذَا فَأَبَى فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { يَسْأَلُونَكَ عَنْ الْأَنْفَالِ قُلْ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ }

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Simak dari Mush'ab bin Sa'd dari ayahnya dia berkata, "Ayahku, Sa'd, pernah mengambil pedang dari seperlima bagian ghanimah, lalu dia membawanya ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ayahku berkata, "Berikanlah pedang ini kepadaku." Namun Rasulullah enggan, maka Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayat: "Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, 'Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul) '

Secara umum isi kandungan surat Al Anfal adalah tentang perang yang meliputi hukum pembagian harta rampasan hingga strategi perang. Selain itu, surat Al Anfal juga mengisahkan tentang keimanan terhadap Allah SWT dan segala kuasa-Nya.

Pada beberapa ayat, Allah SWT juga memberikan perintah kepada orang-orang beriman untuk bertakwa kepada Allah SWT dan larangan untuk berkhianat kepada Allah SWT dan Rasul.

Itulah isi pokok dari surat Al Anfal. Semoga senantiasa menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

(erd/erd)