BRI Ramadan Update: Keajaiban Lailatul Qadar

Doa, Amalan, dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Kristina - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:46 WIB
Bulan ramadhan, lailatul qadar
Foto: Getty Images/iStockphoto/sofirinaja
Jakarta -

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Mengerjakan ibadah di malam itu akan mendapatkan kemuliaan dan pahala yang lebih baik.

Peristiwa datangnya malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al Quran dan beberapa hadits nabi SAW. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Qadr ayat 1-5, bahwa Dia telah menurunkan Al Quran pada malam kemuliaan.

Dalam firman-Nya yang lain, Dia menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar terdapat di bulan keberkahan, yaitu bulan Ramadhan. Sebagaimana dalam firman-Nya pada penggalan Q.S Al-Baqarah ayat 185,

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ

Artinya: "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran...."

Beberapa riwayat menerangkan beberapa hari yang ditentukan dalam bulan Ramadhan adalah pada sepuluh hari terakhir.

Doa Lailatul Qadar

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab-latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."

Amalan Lailatul Qadar

Dalam ayat 3 surat Al Qadr sebagaimana ditafsirkan oleh Kemenag, Allah SWT menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang memancarkan cahaya hidayah yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia.

Malam ini lebih utama dari seribu bulan. Menjalankan ibadah pada malam ini memiliki keutamaan di antaranya mendapatkan kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik.

Berikut amalan yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar:

1. Itikaf

Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya Itikaf Penting dan Perlu mengatakan, itikaf berasal dari bahasa Arab 'akafa yang bermakna menetap, mengurung diri, atau terhalangi. Menurut istilah syar'i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha, itikaf adalah menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan adanya niat.

Perintah itikaf disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud."

Tata cara pelaksanaan itikaf diawali dengan niat. Adapun bacaan niat itikaf sebagai berikut,
Nawaitu an a'takifa fi hadzal masjidil ma dumtu fih

Artinya: "Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya."

Atau bisa juga dengan bacaan berikut,

Nawaitul i'tikafa fi hadzal masjidil lillahi ta'ala

Artinya: "Saya berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah SWT."

Beberapa riwayat mengatakan, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, sholawat atas nabi Muhammad SAW, tilawah Al Quran, membaca tafsir dan amaliah-amaliah ibadah lainnya. Tak lupa tetap menjaga kesucian diri selama beritikaf.

Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3