Densus Juga Dalami Kaitan 3 Eks Petinggi FPI Makassar dengan Bom Katedral

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:46 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan (Hermawan/detikcom).
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Densus 88 Polri bersama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap 3 orang eks petinggi FPI Makassar karena diduga punya keterkaitan dengan baiat teroris yang dihadiri eks Sekjen FPI Munarman. Tidak hanya itu, polisi juga akan mendalami keterkaitan para eks petinggi FPI Makassar itu dengan bom bunuh diri pasangan suami-istri di depan Gereja Katedral Makassar.

"Pengembangan kita di Polda Sulsel juga terkait dengan kasus bom di Gereja Katedral dan Kelompok Vila Mutiara, bagaimana dia, apakah ada perannya juga," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

Tiga eks petinggi FPI yang ditangkap ialah AR, MU dan AS. Mereka ditangkap Densus 88 saat penggeledahan eks Markas FPI di Makassar pada Selasa (4/5).

"(Tiga eks petinggi FPI Makassar) diambil diminta keterangan dulu," kata Zulpan.

Pendalaman kaitan tiga eks petinggi FPI Makassar dengan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dilakukan setelah salah satu terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD ) Sulsel dari kelompok kajian Vila Mutiara yang diamankan beberapa waktu lalu mengaku pernah dibaiat oleh FPI di mana saat itu Munarman selaku Sekjen FPI turut hadir.

"Pada saat itu Munarman kan sebagai Sekjen FPI, makanya dilihat sejauh mana keterlibatannya," kata Zulpan.

AR, MU, dan AS kini masih berada di Polda Sulsel. Ketiganya masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk dilihat apakah mereka terbukti punya keterkaitan, baik di kasus baiat teroris oleh Munarman maupun di kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

"Sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme, 21 hari penyidik punya waktu mengamankan mereka, maka dilihat nanti sejauh mana keterlibatan mereka," tutur Zulpan.

Dengan ditangkapnya 3 orang eks petinggi FPI Makassar itu, kini total 56 orang terduga teroris yang ditangkap setelah bom bunuh diri pasutri pada 28 Maret 2021.

"56 orang sudah (ditangkap). Terakhir kemarin kan 53, tambah 3. Yang 53 ini dia jelas kaitannya dengan Katedral, kalau yang 3 orang ini kaitan dengan pembaiatan," ungkap Zulpan.

Seperti diketahui, Munarman selaku pentolan FPI disebut pernah menghadiri baiat teroris di tiga kota, yakni Makassar, Medan, hingga Jakarta. Sehubungan dengan kasus tersebut, Densus 88 menggeledah bekas markas FPI Makassar, Jalan Sungai Limboto pada Selasa (4/5) lalu.

Lihat juga Video: Diperiksa Penyidik, Munarman Belum Bisa Didampingi Pengacara

[Gambas:Video 20detik]

(hmw/nvl)