Gempa Tuapejat Sumbar Ada di Zona Megathrust, Ada Potensi Gempa Besar!

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:05 WIB
Jakarta -

Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,7 di Tuapejat, Sumatera Barat (Sumbar), pagi tadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi gempa besar.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa ini tak berpotensi menimbulkan tsunami karena magnitudonya relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi di dasar samudra yang dapat mengganggu kolom air laut.

"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di bidang kontak antarlempeng atau biasa dikenal sebagai zona megathrust," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

"Gempa ini memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan salah satu indikasi kuat bahwa gempa ini memang terjadi di zona megathrust," tambahnya.

Dia menjelaskan, gempa ini menjadi gempa signifikan ke-2 selama Mei 2021 karena sebelumnya, pada Senin (3/5) lalu, Pulau Sipora juga digetarkan gempa dengan magnitudo 5,7. Daryono memaparkan dan menjelaskan sejarah gempa di kawasan ini.

"Pulau Sipora yang menjadi pusat 2 gempa signifikan dalam 3 hari terakhir, terletak pada Segmen Megathrust Mentawai-Siberut yang memiliki magnitudo tertarget mencapai 8,9. Sebelumnya, Pulau Sipora juga sudah beberapa kali diguncang gempa kuat seperti pada: 8 Desember 1972 (Mag 6,1), 11 Mei 1994 (Mag 6,6), 25 Februari 2008 (Mag. 7,2), dan 3 Maret 2009 (Mag. 6,2)," urainya.

Daryono meminta masyarakat mewaspadai terjadinya gempa besar.

"Gempa dengan kekuatan signifikan magnitudo 5,7 pagi ini tentu patut kita waspadai bersama karena di zona ini merupakan kawasan seismic gap Sumatera yang berpotensi terjadinya gempa besar," imbaunya.

Gempa ini terjadi pada pagi tadi pukul 08.24.35 WIB. Episentrum gempa terletak pada koordinat 2,06 Lintang Selatan dan 99,59 Bujur Timur dengan kedalaman 41 km.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

(jbr/tor)