72.288 Benur Nyaris Diselundupkan ke Singapura, Negara Rugi Rp 7 M

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 22:36 WIB
Polres Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan baby lobster ke Singapura, Selasa (4/5/2021).
Foto: Polisi gagalkan penyelundupan 72 ribu lebih baby lobster ke Singapura (Kadek Melda/detikcom)
Tangerang -

Sebanyak 72.288 ekor baby lobster hendak diselundupkan ke Singapura digagalkan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 7 miliar akibat penyelundupan baby lobster tersebut.

"Untuk kerugian sendiri taksiran sementara Rp 7 Miliar lebih," kata Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra saat jumpa pers di kantornya, Tangerang, Banten, Selasa (4/5/2021).

Adi menuturkan selain mengamankan 22 boks baby lobster, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya kantong plastik, sayuran selada air dan juga rekaman CCTV di lokasi.

"Personel Satreskrim berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 22 boks styrofoam berwarna putih, kemudian 7 kantong plastik berisi sayuran jenis selada air, kemudian 253 kantong plastik bening yang digunakan untuk membungkus benih lobster, kemudian satu buah flashdisk berisikan video hasil rekaman CCTV," tuturnya.

Adi menyampaikan total ada 70 ribu lebih benih lobster (panulirus SPP) dalam boks tersebut. Lobster itu berjenis pasir dan mutiara.

"Untuk perhitungan berapa banyak benih lobster sendiri, kita bekerja sama dengan karantina perikanan untuk menghitungnya. Jadi setelah menghitung ada sekitar 72.288 ekor benih lobster panulirus SPP terdiri dari 72.105 ekor jenis pasir dan 183 ekor jenis mutiara," ujarnya.

Lebih lanjut Adi mengatakan sebanyak 72.248 ekor baby lobster dilepas kembali, sementara sisanya diamankan sebagai barang bukti. Pelepasan baby lobster dilakukan di perairan laut Serang, Banten.

"Kemudian setelah dihitung, kemudian sudah kita sisihkan lobster ini sesuai dengan SOP, langsung pada malam itu juga untuk keberlangsungan hidup dari lobster ini dilakukan pelepasliaran bersama karantina perikanan di perairan laut sekitar Serang, sebanyak 72.248 ekor benih lobster dilepasliarkan kembali, dan 120 ekor disisihkan untuk barang bukti dan sudah kita buatkan berita acaranya," ucapnya.

Penyelundupan baby lobster ini dilakukan oleh perusahaan fiktif yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Dalam kasus ini polisi menetapkan 4 tersangka yakni HZ, AFA, DS dan B.

Keempatnya diketahui sudah pernah menyelundupkan benih lobster sebanyak 8 kali. Penyelundupan baby lobster ke luar negeri ini terjadi sejak 18 Maret hingga 6 April 2021.

(mea/mea)