Isu Babi Ngepet Heboh karena Didorong Rasa Seru, Bukan Rasionalitas

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 22:32 WIB
Warga heboh ingin lihat babi ngepet di Depok (Sachril/detikcom)
Foto: Warga heboh ingin lihat babi ngepet di Depok (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Daisy Indira Yasmine, mengungkap alasan isu soal babi ngepet masih dipercayai sekelompok masyarakat. Menurut Daisy, cerita klenik seperti babi ngepet beredar secara turun menurun walaupun tidak diketahui kebenarannya.

"Kalau menurut saya memang secara sosiologis kenapa babi ngepet ini terus menerus ada bisa dipercaya, itu memang ada hubungannya dengan bagaimana cerita ini diturunkan dari satu generasi ke generasi lain," kata Daisy dalam acara d'Rooftalk bertema Gaduh Mitos Babi Ngepet yang disiarkan detikcom, Selasa (4/5/2021).

Daisy menyebut dalam sosiologi cerita klenik seperti babi ngepet ini masuk kategori rumor layaknya cerita legenda yang belum diketahui kebenarannya.

"Kami mengkategorikan ini bagian dari rumor, yang urband legend yang menceritakan cerita rakyat yang sulit diungkap kebenarannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Daisy mengatakan mudahnya isu babi ngepet ini diterima oleh masyarakat karena kebutuhan ekonomi yang meningkat. Apalagi ketika masa menjelang lebaran ini.

"Babi ngepet salah satu indikasi kita tahu menjelang lebaran masyarakat kita, ini masalah budaya ya, jadi ada kebutuhan meningkat dalam rangka menyambut hari raya lebaran, atau hari raya lainnya. Nah akhirnya cerita ini jadi lebih mudah disebarluaskan baik untuk kepentingan pelaku, atau masyarakat lain," ucapnya.

Daisy mengatakan isu rumor itu juga mudah diterima oleh masyarakat karena faktor jejaring sosial. Apa dan siapa yang menyebarkan, menurutnya lebih banyak dilakukan masyarakat ketimbang mencari tahu kebenarannya informasi tersebut.

"Saya sih mengkategorikan ini bagian dari rumor, kalo rumor itu bukan mempercayai kebenaran dari informasinya, tapi lebih ke jejaring sosialnya bagaimana informasi itu disebarkan oleh siapa kepada siapa. Jadi ini lebih kepada perilaku kolektif. Jadi perilaku kolektif itu bukan rasionalitas yang bekerja tapi lebih ke jejaring sosialnya yang lebih kuat," ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat heboh dengan isu babi ngepet karena mereka didorong rasa ingin tahu. Sebab isu klenik ini membangun keseruan bagi masyarakat tertentu.

"Bukan apakah seorang itu mengkaji dulu ini benar apa nggak, tapi keseruan ada seseorang tiba-tiba menyebarkan informasi ada babi ngepet yang mencuri uang. Itu yang membangkitkan gejolak atau pemicu untuk bergerak bersama-sama untuk sekadar mengetahui," lanjut Daisy.

Namun dia melihat bahwa masyarakat sudah mulai kritis dalam menghadapi cerita klenik. Dia menyoroti soal masyarakat yang mulai bertanya soal bisa tertangkapnya babi ngepet.

"Masyarakat harus mulai berpikir kritis atas segala informasi yang masuk ya soal masalah kulturan dan status sosial atau tokoh yang menyebarkan informasi," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Sawangan AKP Rio Tobing. Dia mengatakan di setiap daerah punya pemahamahan berbeda dalam suatu hal. Dia mengatakan masyarakat yang datang belum tentu percaya isu babi ngepet karena mereka hanya ingin tahu soal isu tersebut.

"Kalau kita lihat perkembangan komentar netizen dan masyarakat pada umumnya, sebenarnya masyarakat sudah paham dan mengetahui bahwa itu tidak ada. tapi rasa ingin tahunya besar. Ini beneran babi atau bukan sih, makanya mereka berbondong-bondong datang melihat hal itu benar atau tidak," ujar AKP Rio.

Dia mengatakan perlu terus ada edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pihak berwenang diminta menyampaikan fakta-fakta terkait mitos yang mengemuka di masyarakat.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, ide soal babi ngepet ini dikarang Adam Ibrahim bersama sejumlah rekannya saat ronda. Awalnya mereka menyusun skenario sandiwara babi ngepet untuk mengakhiri isu kehilangan uang yang dibicarakan warga. Isu itu berdasar laporan warga sejak Maret lalu, ada warga yang mengaku kehilangan Rp 1 juta dan Rp 2 juta.

Adam bersama 7 temannya lalu patungan babi untuk beli di situs online. Mereka lalu mengarang cerita menangkap babi ngepet dengan cara bugil. Belakangan, setelah terungkap rekayasa, Adam meminta maaf karena membuat heboh.

Adam ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pihak kepolisian untuk diproses kasusnya.



Simak Video "Gaduh Mitos Babi Ngepet"
[Gambas:Video 20detik]
(eva/jbr)