Masih Ada Warga Tak Tahu Stasiun Tanah Abang Tutup Sore Hari

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 17:17 WIB
Jakarta -

Pembatasan jam operasional Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, memasuki hari kedua. Namun masih ada saja warga yang tidak mengetahui aturan tersebut.

Pantauan detikcom, Selasa (4/5/2021) sekitar pukul 16.05 WIB, masih banyak warga yang datang ke pintu masuk bagian utara Stasiun Tanah Abang. Padahal sejak pukul 15.00 WIB stasiun tersebut telah ditutup sementara hingga pukul 19.00 WIB.

Mereka tidak tahu bahwa jam operasional Stasiun Tanah Abang diubah buntut dari adanya kerumunan dua hari lalu. Untuk memberikan informasi terkait penutupan, petugas keamanan stasiun pun berjaga.

Para petugas mengarahkan agar calon penumpang kereta ke fasilitas bus gratis. Bus tersebut akan mengangkut ke lima stasiun terdekat dari Tanah Abang, yakni Stasiun Palmerah, Gondangdia, Karet, Duri, dan Angke.

Suasana di Stasiun Tanah Abang Selasa SoreSuasana di Stasiun Tanah Abang Selasa sore (Farih/detikcom)

Salah satu warga yang belum tahu aturan pembatasan jam operasional itu adalah Shindy (25) dari Serpong, Tangerang Selatan. Dia ke Tanah Abang bertujuan untuk berbelanja pakaian bersama adiknya.

"Nggak tahu sih, baru (tahu) sekarang. Kemarin mah belum," kata Shindy ditemui di lokasi, Selasa (4/5/2021).

Dia menyebut ditutupnya Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB menyusahkan. Oleh karena itu, dirinya tak setuju dengan aturan pembatasan operasional pada jam tersebut.

"Nggak setuju. Soalnya, jadi menyusahkan juga jalan. (Meski disediakan bus gratis), cuma jadi ribet aja, tetep kena macet. Maksudnya kalau mau diiniin (dibatasi jam operasi), jangan jam segini," ucapnya.

"Jam 17.00 WIB sampe jam 19.00 WIB nggak apa-apa. Kalau jam segini kan orang banyak yang pulang kerja," katanya.

Senada dengan Shindy, warga bernama Supini (50) menilai kebijakan pembatasan jam operasional Stasiun Tanah Abang merepotkan. Dia mengaku 'keder' ketika hendak pulang ke Kalibata, Jaksel, harus menggunakan moda transportasi selain KRL.

"Kayaknya jadi repot sih, jadi keder saya juga," ujarnya.

Dia juga menyebut, dialihkannya terlebih dahulu layanan kereta ke mobil bus, banyak waktu terbuang. Sebab, dia harus turun naik kendaraan umum.

"Saya jadi bolak-balik, habisin waktu kayak begitu. Harusnya (Stasiun Tanah Abang) tetap dibuka, penginnya sih," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2